Kepala SPPG di Praya Dilaporkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

oleh -178 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kasi Humas Polres Lombok Tengah (IPTU Lalu Brata Kusnadi)

 

 

LOMBOK – Pasca viral di sosial media, akhirnya korban kasus dugaan pelecehan seksual inisial BS (wanita), berusia 21 tahun warga Praya melaporkan Kepala SPPG di Kecamatan Praya ke Polresta Lombok Tengah. Laporan masuk pada, Kamis 30 Juli 2026.

“Ya baik, kemarin ada dari korban yang datang ke SPKT untuk melaporkan kejadian sekitar Pukul 14.00 Wita,” ungkap Kepala Seksi Humas Polresta Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi, Jumat 31 Juli 2026.

Kata Brata, setelah menerima laporan pihak kepolisian saat ini sedang memproses dan dalam waktu dekat akan memanggil terlapor dan para saksi.

Baca Juga  Korban Tenggelam Air Terjun Segenter Ditemukan Tak Bernyawa

 

“Jadi kita sudah terima laporan, pihak kepolisian saat masih melakukan penyelidikan dan akan memanggil yang terlibat,” katanya singkat.

 

 

Sebelumnya terlapor, Kepala SPPG di wilayah Prapen, Praya, Salman Alfarisi membantah telah melakukan pelecehan seksual. Dalam jumpa pers, Salman menyampaikan kasus ini mencuat setelah video mediasi di sebuah ruangan beredar di media sosial. Namun ia memastikan tidak pernah terjadi pelecehan seksual.

“Yang ada di media sosial itu bahwasanya kita tidak ada pelecehan atau apa segala macam. Sebenarnya itu bukti nyata hanya kesalahpahaman saja. Dari pihak keluarga maupun yang lain tidak ada masalah dan sudah selesai sebenarnya,” tegasnya kepada media di Praya, Selasa 28 Juli 2026.

Baca Juga  Bupati Pathul Beberkan Peluang Penghafal Alquran dapat Beasiswa Kedokteran

 

Salman mengungkapkan kejadian tersebut berlangsung pada 2 Juli 2026 di sebuah warung makan pada siang hari. Ia mengklaim kondisi warung itu ramai. Terkait tudingan adanya tindakan mengelus atau “menggolam“, ia membantah.

“Tidak ada tindakan tersebut dan korban hanya terkena bagian punggungnya,” katanya tegas.

 

“Awalnya kita duduk bersama untuk mengerjakan laporan. Setelah itu adik ini terkena punggungnya saja,” dalihnya.

Baca Juga  Pathul Dukung Manfaat Layanan dan Fasilitas Kemenkum NTB

 

 

 

Terkait isu kejadian berlangsung di tempat sepi, Salman juga membantah. Dia mengatakan dirinya sering bercanda dengan terduga korban maupun karyawan lainnya.

 

“Sebenarnya tidak ada persoalan dan mungkin adanya framing-framing makanya seperti itu,” dalihnya lagi.

 

Ia juga mengatakan, kondisi di dapur SPPG setelah kejadian tersebut tetap berjalan normal. Para karyawan, termasuk terduga korban, disebut tetap bekerja seperti biasanya.

Terkait video yang beredar, Salman mengatakan hingga kini belum memiliki rencana untuk melaporkan pihak yang mengunggah video tersebut.(hil)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.