Pemilu, Dewan Andi Mardan Sampaikan Pesan Ini ke ASN

oleh -789 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID Anggota DPRD Loteng Fraksi Demokrat / Andi Mardan

 LOMBOK – Anggota Komisi I DPRD Lombok Tengah, Andi Mardan memberikan pesan kepada ASN lingkup pemkab, lebih-lebih di tengah maraknya oknum ASN diduga terlibat kasus politik. Apalagi beberapa kasus sempat ditangani Bawaslu setempat.

“Prinsipnya ayolah kita jaga demokrasi ini pada makom masing-masing. Kita menghargai demokrasi pada makom masing-masing,” katanya, (28/1/2024).

Menurut dia yang harus menjadi atensi dan pemahaman pimpinan di tingkat kabupaten dan desa, karena dalam kontestasi politik ini selalu ada multi kepentingan.

Andi juga mengatakan, apabila demokrasi ini dipahami secara utuh maka tidak akan demikian. Hingga ada isu dugaan adanya instruksi pimpinan daerah dalam hal mendukung ke salah satu caleg tertenru mengingat ada hubungan keluarga pun belum menemukan bukti perintah langsung itu. Kalaupun demikian benar adanya maka akan menjadi preseden buruk.

Baca Juga  Reses Dewan Rifai, Ini Aspirasi Warga yang Diterima

“Maka tidak menutup kemungkinan pimpinan di tingkat kecamatan dan desa akan demikian ke bawahanya. Kemudian seolah Bupati pun tidak ditindak apalagi dibawahnya, dan ini penting djatensi bersama bahwa Bawaslu harus kerja ekstra dan terus menunjukkan taringnya,” tegasnya.

Baca Juga  Anies Didoakan jadi Pemimpin Amanah

“Saya heran jauh hari dalam kehadiran pemangku kebijakan dalam hal even diundang menjelang pemilu hadir dalam hal ini Dispar hingga mempromosikan caleg kala itu,” tambahnya nyentil.

Andi Mardan meminta dengan tegas kepada KASN dalam hal ini harus lebih pada apapun hasilnya harus memberikan efek jera. Bahwa kalau demikian begini maka tidak mencerminkan kedewasaan dan menempatkan diri pada makom masing-masing. Dan tentunya apabila adanya pelanggaran harusnya diberikan sangsi tegas sesuai denga peraturan perundang-undangan.

Baca Juga  Paripurna, Wabup Ungkap Target Setengah Juta Wisatawan Asing ke Lombok Tengah

“Artinya lagi-lagi kita sampaikan bahwa di tingkat pucuk pimpinan kalau menginstruksikan ke jajaran bawahnya untuk terlibat dalam suksesi politik tertentu, maka ini sudah di luar makomnya, maka tidak akan mampu mengambil tindakan karena sama-sama melakukan hal yang diluar tupoksi dengan jajaran dibawahnya,” katanya.

Maka ia menekankan kepada Bawaslu agar buka-bukaan soal persoalan dan pelanggaran di Lombok Tengah. Dimana pemegang kendala ASN harus menjaga demokratisasi, dan Pemkab harus tegas.(adv)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.