LOMBOK – Warga Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut meminta kepada anggota DPRD Lombok Tengah, Lalu Sunting Mentas memperbaiki saluran irigasi dan air bersih di desa setempat. Hal ini disampaikan langsung warga saat Dewan Sunting turun reses.
Selain itu, kepada politisi PPP tersebut warga mengeluhkan masalah pengairan untuk pertanian, sementara curah debit air hujan masih kecil kurang dari 600 atau 700 mililiter.
“Normalnya kita mengharapkan hujan itu 1500 mililiter sementara sudah mau bulan dua ini debit curah hujan kita rendah, jadi permintaan mereka mohon bantuan air untuk kebutuhan pertanian,” ungkapnya Dewan Sunting kepada jurnalis Koranlombok.id, Rabu (31/1/2024).
“Kalau permintaan pupuk masih stabil karena area tanam kita kan masih kecil, kalau merata misalkan itu akan muncul juga sebagai masalah,” sambungnya.
Selain itu warga meminta agar air bersih untuk dikonsumsi sehari-hari juga diperhatikan. Sekarang ini pembuatan sumur bor harus melalui izin dari Pemerintah Provinsi NTB dan pihak lainnya karena dikenakan pajak air baku.
Masalah lain yang timbul akibat banyaknya sumur bor yang dibuat juga menyebabkan volume air tanah semakin menipis, sehingga dikhawatirkan menyebabkan bencana lingkungan nanti.
“Karena ini kan bisa berdampak kepada ekologi dan lingkungan, makanya hal ini juga perlu diatur bagaimana solusinya oleh pemerintah,” katanya.(nis)





