LOMBOK – Sejumlah Warga Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah melakukan donor darah di bulan Ramadan. Warga melakukan donor darah usai salat tarawih. Kegiatan ini berlangsung di rumah bidan setempat pada 30 Maret 2024.
Kegiatan ini digelar UPTD Labkes dan Unit Transfusi Darah Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Kepala UPTD Labkes dan Unit Transfusi Darah Dikes Lombok Tengah, Lalu Abdul Zulhan Hamid memberikan apresiasi kepada warga Bilebante yang telah dengan sukarela mendonorkan darah mereka.
“Donor darah adalah materi biologis yang tidak dapat diproduksi di luar tubuh manusia, sehingga donasi darah melalui kegiatan donor darah sukarela seperti yang dilakukan oleh warga Desa Bilebante ini sangat penting untuk terus dikembangkan dan dilestarikan,” katanya dalam keterangan resminya.
Ia mengatakan, beruntung untuk Desa Bilebante yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bagu warganya sudah menjadikan aktifitas donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat mereka. Kegiatan donor darah di desa ini katanya, menjadi aktifitas rutin setiap 3 bulan dengan waktu yang fleksibel mengikuti kesanggupan warga untuk berkumpul.
“Ramadan tahun ini misalnya, donor darah dilakukan pada malam hari tidak pagi seperti umumnya pada bulan lain,” tuturnya.
Pihaknya berharap agar kebiasaan positif warga Desa Bilebante ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ada di Kecamatan Pringgarata. Mengingat kebutuhan darah Lombok Tengah masih sangat jauh dari jumlah donor darah sukarela yang diterima oleh UPTD Labkes dan Unit Transfusi Darah Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Kendati demikian, di Lombok Tengah sendiri telah banyak desa lain yang aktif menyelenggarakan kegiatan donor darah secara sukarela.
“Bahkan di wilayah kerja Puskesmas Bagu selain Desa Bilebante juga terdapat Universitas Qamarul Huda (UNIQBA) yang telah secara rutin mengadakan kegiatan donor darah sukarela,” bebernya.
“Begitu juga dua himpunan mahasiswa di universitas ini, yakni Himpunan Mahasiswa Kebidanan dan Himpunan Mahasiswa Keperawatan bahkan terlibat secara aktif untuk mengkampanyekan pentingnya donor darah sukarela bagi penderita thalassemia. Kegiatan kampanye dan donor darah di UNIQBA ini tidak hanya menyasar civitas akademika tapi juga masyarakat sekitar, termasuk masyarakat yang menjadi tempat praktek lapangan bagi para mahasiswanya,” sambung dia.
Disamping itu, setelah sukses menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat bagi warga. Bidan Yunita yang rumahnya menjadi lokasi donor darah tetap di Desa Bilebante tersisa satu pekerjaan rumah lagi, yakni mendorong setiap keluarga yang memiliki ibu hamil untuk menyiapkan calon pendonor sebagai bagian dari persiapan persalinan.
“Pekerjaan rumah yang tentunya bukan hanya menjadi tugas ibu bidan semata, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh warga Bilebante dan desa-desa lain di wilayah UPTD Puskesmas Bagu,” sambung Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Suardi.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa menyiapkan dua kantong darah sebelum persalinan adalah ikhtiar untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil yang mengalami perdarahan pada saat persalinan.
Sementara untuk menurunkan angka kematian akibat perdarahan dalam proses persalinan, Dinas Kesehatan memang telah lama mengkampanyekan program QuickWins Darah, program yang awalnya hanya berupa penyiapan empat calon pendonor untuk setiap satu orang ibu hamil ini kemudian oleh UPTD Labkes dan Unit Transfusi Darah Dinas ditingkatkan menjadi program untuk menabung dua kantong darah bagi setiap ibu hamil yang harus diserahkan dua pekan sebelum hari perkiraan kelahiran.
“ Tabungan darah yang sejatinya adalah fasilitas penitipan darah ini juga dapat dimanfaatkan oleh warga untuk kepentingan selain persiapan persalinan. Misalnya untuk persiapan transfusi bagi penderita thalassemia, sebagai persiapan untuk warga yang akan melakukan hemodialisa, serta untuk prosedur medis lain yang terjadwal,” katanya.(red)





