LOMBOK – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memberikan insentif kepada 500 orang guru ngaji. Masing-masing guru ngaji menerima Rp. 100 ribu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lombok Tengah, Muslehuddin menyampaikan pihaknya telah menugaskan 14 orang staf dan dibagi menjadi tiga kelompok untuk langsung bertemu kepada para guru ngaji.
“Teman-teman sudah turun sejak hari Senin dan ini hari ketiga, besok hari terahir dan sisanya tinggal tiga kecamatan,” terangnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Rabu (3/4/2024).
Disampaikannya, pemberian intensif tersebut untuk sementara ini paling banyak di Kecamatan Praya, dengan total anggaran keseluruhan sebanyak Rp 300 juta.
Sambung Musleh pemberian insentif tersebut merupakan perwujudan pemerintah menghargai para guru ngaji yang telah membina generasi sejak dini terutama kualitas keimanan dan akhlak.
“Mudah-mudahan lewat insentif yang tidak seberapa ini bisa jadi tambahan untuk beli tepung kah atau kebutuhan lain,” ujarnya.
Katanya, pemberian insentif tersebut dilakukan dua kali selama setahun atau per enam bulan, untuk saat ini pihaknya memberikan bulan Maret dan April serta akan diberikan kembali pada Juli.
Sementara disinggung insentif para marbot Masjid, dirinya kurang begitu mengetahui karena baru menjabat. Namun dirinya sementara ini hanya menjalankan program yang telah direncanakan.
“Untuk sementara sesuai dengan kriterianya guru ngaji yang berada di musala atau yang memiliki tempat khusus,” ujarnya. (nis)





