LOMBOK – Dinas Kesehatan Lombok Tengah melalui Puskesmas Ubung tengah melakukan pengawasan selama 14 hari kepada seorang warga inisial, MA 23 tahun warga Dusun Labulia, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat. MA diduga mengalami gejala virus cacar monyet atau monkeypox.
Plt Kepala Puskesmas Ubung sekaligus Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H. Lalu Mutawali mengatakan, pihaknya masih akan mengawasi pasien secara ketat dan masih menunggu hasil laboratorium yang lebih lengkap dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
“Yang paling penting menentukan secara klinis apakah dia (pasien, red) termasuk cacar air atau cacar monyet,” terangnya kepada media, Selasa (7/11/2023).
Dijelaskan Mutawali, sebelumnya pihak Puskesmas Ubung telah melakukan pengecekan laboratorium namun hasilnya tidak ditemukan adanya infeksi, pada tanggal 6 November kemarin pihaknya bersama surveilance dari Dinas Kesehatan NTB kembali mengambil spesimen untuk uji laboratorium dengan hasil yang lebih lengkap.
“Kita melakukan penyelidikan epidemiologi langsung dengan pengambilan darah dan cairan luka untuk pemeriksaan laboratorium,” katanya.
Ia menyampaikan, awal suspek pada 21 Oktober dan mengeluh luka di bibir seperti sariawan dan keluar cairan bening bahkan terasa keras di area sekitar luka, tetapi tidak nyeri.
Kemudian pada tanggal 23 Oktober datang ke Puskesmas Ubung dan diberikan obat untuk menghilangkan keluhan dan diminta melakukan kontrol dua hari kemudian, namun pasien datang kembali dengan keluhan nyeri dan sakit saat menelan, karena kondisi tersebut pihak Puskesmas menyarankan pasien dirujuk ke RSUD Patuh Patut Patju (Tripat), Gerung, Lombok Barat.
“Waktu berobat di Puskesmas tidak merasa nyeri dan setelah kontrol kembali baru mengeluh. Setelah beberapa hari kontrol ke Rumah Sakit Gerung pasien mengeluh sesak, timbul bintik-bintik di lengan, kaki, bibir, pinggang,” ceritanya.
Sementara itu, dari RSUD Tripat menyarankan pasien agar dirujuk ke RSU Provinsi NTB namun pihak keluarga menolak, kemudian pada tanggal 2 November pasien datang kembali ke Puskesmas Ubung dengan sementara diberikan vitamin C, dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri.
Terkait penularan virus ini kata Sekdis Dinas Kesehatan, bisa saja dari binatang atau makanan yang tercemar oleh virus, namun pada kasus suspek tersebut perlu menunggu hasil lab lebih lanjut.
Ia mengatakan salah satu faktor selain gejala yang sementara ini timbul, cacar air biasanya diderita oleh anak-anak dan jarang kepada orang dewasa.
“Alhamdulilah saat pemeriksaan tidak disertai demam, tapi setelah dirujuk sakit saat menelan. Tapi saat pemeriksaan lab tidak ada peningkatan infeksi,” pungkasnya.(nis)






