Waspada Ancaman Tanah Longsor di BKU dan Pujut

oleh -2150 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah / H. Ridwan Mak’ruf

LOMBOK – Jelang masuknya musim hujan ancaman tanah longsor patut diwaspadai di Kabupaten Lombok Tengah. Ada dua kecamatan di tengah ancaman longsor, Kecamatan Batukliang Utara dan Pujut.

Selain ancaman tanah longsor, ada juga ancaman bencana banjir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, H. Ridwan Mak’ruf mengatakan pihaknya persiapan melakukan antisipasi.

Dijelaskan Ridwan, khsusus untuk Kecamatan Praya ada beberapa tempat yang diatensi pihaknya karena menjadi langganan banjir yakni, Kampung Jawa Bawak, Leneng, Tiwugalih.

Baca Juga  Dinas PUPR NTB dan Kontraktor Proyek Bypass Ingkar Janji

 

“Karena terusannya sampai Tiwu Bokah dan sekitarnya, situasi dan kondisi dekat permukiman masyarakat,” ujarnya kepada media, Selasa (21/11/2023).

 

Sementara pendangkalan sejumlah sungai juga sudah ditanggulangi oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT I) dengan melakukan pengerukan dan peninggian talud sungai dari Tiwu Bokah sampai Kampung Jawa Bawak.

Ia berharap Dinas Permukiman dan Perumahan Lombok Tengah juga melakukan antisipasi ranting-ranting pepohonan  yang rawan ambruk karena hujan dan angin kencang.

Baca Juga  Mamiq Ngoh Dukung Iqbal – Indah, Tapi Tunggu Hasil Survei Kedua

“Kit lakukan koordinasi dengan PUPR dan Perkim, ini yang perlu dilakukan oleh perkim,” katanya.

Pada musim hujan bantuan permintaan air bersih masih akan tetap diberikan oleh BPBD, hal tersebut karena sumur-sumur masyarakat berpotensi tercemar oleh air bah dan kotoran yang terbawa oleh banjir.

 

Sementara itu permintaan tertinggi masih di Kecematan Jonggat dan terakhir mereka telah mendistribusikan empat tangki air bersih di Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat.

“Angkanya per 1 November sudah 340 tangki air, pertangki 5000 liter,” bebernya.

Baca Juga  Pendaftar Pengawas TPS Kurang di Dua Desa

Sementara itu anggaran penanganan bencana berupa dana bantuan stimulan sebesar Rp 250 juta untuk tahun 2024. Lebih lanjut, Ridwan menyebutkan dana tersebut diberikan kepada setiap ada laporan masyarakat yang menjadi korban bencana alam dan dialokasikan berupa barang.

“Pasca hujan kemarin baru tiga tempat di Batukliang Utara, ada 2 lokal rumah yang terkena angin puting beliung, kemarin kita berikan asbes, kayu dan sebagainya,” sebutnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.