Lombok Tengah Bagian Timur-Selatan Dikepung Banjir, Puluhan Warga Mengungsi

oleh -710 Dilihat
FOTO ANIS JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Warga di Desa Mujur, Praya Timur berhamburan keluar melihat kondisi air sungai yang meluap, Selasa 24 Februari 2026.

 

 

 

LOMBOK – Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya di Kabupaten Lombok Tengah. Laporan jurnalis Koranlombok.id pada Selasa, 24 Februari 2026 pagi hingga sore Pukul 17.15. Wita banjir terjadi di tiga kecamatan. Di antaranya, Praya Timur, Pujut, Praya Barat.

Untuk Praya Timur banjir terjadi di Desa Mujur 42 rumah warga terendam air. Desa Jero Puri 30 rumah terdampak, Desa Ganti 27 rumah terendam, Desa Bilelando delapan rumah.

Kecamatan Pujut banjir terjadi di Desa Kuta yang mengakibatkan lima dusun terdampak serta melumpuhkan sejumlah akses jalan akibat genangan air. Banjir di Dusun Aik Lengis, Dusun Baturiti, Dusun Merendeng, Dusun Mengalung, dan Dusun Rentung. Dampaknya, satu tembok vila roboh karena derasnya aliran air. Selain itu, satu pohon tumbang di dekat Alfamart Kuta.

Baca Juga  Mengulas Legenda Putri Mandalika dari Kerajaan Sekar Kuning

 

Kepala Desa Kuta, Mirate mengatakan banjir rata-rata terjadi di wilayah permukiman yang berada di bagian pinggir kali.

Kendati demikian, Kades Kuta memastikan hingga saat ini tidak ada fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

“Untuk jumlah kepala keluarga yang terdampak dan total kerugian belum bisa dipastikan. Rata-rata hampir semua warga di wilayah terdampak merasakan dampaknya,” kata Mirate kepada jurnalis Koranlombok.id.

 

 

 

Salah satu tokoh agama di Dusun Rangkap ll, Desa Kuta, Nursim mengatakan untuk kondisi Kuta saat ini banjir menerjang. Akses jalan bypass di Kuta untuk menuju ke Sirkuit Mandalika ditutup sebelah karena genangan air yang tinggi.

“Jalannya lumpuh hanya dibuka satu jalur,” ceritanya.

Baca Juga  Berebut Pacar, Dua Remaja Putri Saling Habok di Lobar

 

Selain Desa Kuta di Kecamatan Pujut. Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Bangket Parak juga terdampak banjir akibat luapan air sungai dari wilayah utara. Tercatat sekitar 380 hingga 400 KK terdampak di tiga dusun masih tergenang.

Di antaranya, Dusun Pasung, Dusun Sengkudu, dan Dusun Suaka. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1 meter, terutama di wilayah yang memiliki kontur lebih dalam.

 

Kepala Desa Bangket Parak, Genah Genuh mengatakan jumlah warga terdampak masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

 

“Biasanya seperti kejadian-kejadian sebelumnya, jumlahnya sekitar 380 KK,” katanya via ponsel.

 

Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada fasilitas umum. SDN Pasung ikut tergenang sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.

Baca Juga  Supli Laporkan Irzani, HIMMAH NWDI Mataram Pasang Badan

Tak hanya itu, Jembatan Tarung Arung juga terdampak akibat air yang meluap hingga melewati badan jembatan sehingga menyebabkan akses jalan lumpuh. Di Dusun Pasung sejumlah pohon tumbang karena lokasinya berada di bibir sungai. Dua masjid di wilayah terdampak juga ikut tergenang.

 

Genah Genuh menyebut pihak desa masih memantau perkembangan cuaca sebelum menyampaikan laporan resmi ke pemerintah daerah.

“Banyak pohon tumbang di Pasung karena lokasinya berada di bibir sungai,” pungkasnya.

 

Banjir juga terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Praya Barat. Di antaranya Desa Mangkung sejumlah rumah terendam banjir.

“Di sini juga banyak,” kata Anggota DPRD Provinsi NTB, Lalu Pelita Putra.(nis/hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.