LOMBOK – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Lombok Tengah, H. Amir akhirnya lolos dari ancaman jeratan pelanggaran netralitas sebagai ASN.
“Setelah kami analisis video itu kan Ketua PGRI menyebutkan Gubernur NTB 2024-2029, dan sekarang belum masuk tahap Pilgub NTB,” tegas Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah, Lalu Fauzan Hadi, Senin (11/12/2023) kepada jurnalis Koranlombok.id.
Dijelaskannya, dari hasil analisis Bawaslu kemudian menyimpulkan kasus ini tidak bisa dilanjutkan. Namun Fauzan memastikan ketika momen penyampaain Ketua PGRI itu sudah masuk tahapan Pilkada, bisa saja H. Amir melakukan pelanggaran netralitas sebagai ASN.
“Karena mengajak mendukung, apalagi itu kan di hadapan para ASN dan lainnya,” katanya.
Namun sebelumnya saat video sambutan Ketua PGRI viral di media sosial, tidak jelas siapa pihak yang didukung. Sementara H. Lalu Pathul Bahri menjabat Bupati Lombok Tengah dan belum mendaftarkan diri menjadi calon gubernur.
“Subjek ini siapa, Pathul Bahri ini siapa dan dia belum jadi Cagub jadi belum bisa,” terangnya.
Maka dari itu, Bawaslu menegaskan tidak akan ada tindakan untuk Ketua PGRI. Karena sudah terang benderang tahapan Pilkada di NTB belum dimulai.
“Secara hukum apa, ini kan tidak jelas. Kalau dukung salah satu calon atau Paslon ini baru,” katanya lagi.
Sementara itu sebelumnya, pada peringatan HUT PGRI ke-78 diduga dinodai Ketua PGRI Lombok Tengah, H. Amir. Dia secara terang menderang di hadapan ribuan guru dan ASN menyebut Bupati H. Lalu Pathul Bahri Gubernur NTB 2024-2029.
Momen ini juga dimanfaatkan dipanggung besar peringatan HUT PGRI di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin (27/11/2023).
“Yang terhormat bapak Lalu Pathul Bahri Gubernur Nusa Tenggara Barat insyaallah 2024 -2029,” ucapnya di awal sambutan.
Pada kesempatan itu, H. Amir mengingatkan kepada bupati terkait tiga hal yang menjadi keluhan para guru, yakni terkait waktu absensi yang dinilai memberatkan.
Dimana para guru harus melakukan absen pada pukul 07.00 WITA dan pukul 14.00 WITA, untuk itu dia meminta pemerintah daerah meninjau ulang aturan tersebut dan membuat jam pulang yang sama dengan peserta didik yakni, pukul 12.45 WITA.
“Karena para guru walaupun di rumah pasti juga menyiapkan bahan untuk kegiatan belajar mengajar esok harinya,” tegasnya.
Selain itu dirinya meminta setelah ujian semester dan pembagian raport, para guru juga diberikan kesempatan berlibur selama 12 hari sama dengan peserta didik. Dan permintaan terakhir yang disampaikan oleh PGRI Lombok Tengah adalah kendaraan operasional.
“Mudah-mudahan bapak bupati berkenan memberikan hadiah satu buah mobil sebagai kendaraan operasional PGRI Lombok Tengah,” harapnya.
Amir juga berpesan kepada seluruh rekan guru untuk senantiasa meningkatkan kualitas kinerja dengan sebaik-baiknya.
“Tingkatkan pengetahuan, tingkatkan keterampilan dan yang terkahir attitude,” ujarnya.(nis/dik)





