Kasus dugaan Penghinaan Guru, Ketua PGRI Lempar ke Sekda

oleh -1411 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Ketua PGRI Lombok Tengah, H. Amir saat memimpin rapat membahas soal sikap terhadap oknum staf BKPSDM inisial LM, belum lama ini.

LOMBOK – Kasus dugaan penghinaan guru diduga dilakukan oknum staf Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Tengah inisial LM, terkesan ditutupi. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), H. Amir melempar kasus ini ke Sekda H. Lalu Firman Wijaya.

“Untuk masalah itu kami sudah bersalaman bahwa pak sekda yang berstatement,” ungkapnya kepada media, Selasa (15/8/2023).

Khusus kasus ini ditegaskan Amir, semua diserahkan ke sekda. Sementara posisi PGRI saat ini sudah memaafkan LM pada saat menyampaikan permohonan maaf di gedung PGRI.

Amir tidak menjawab soal tuntutan para guru atas dugaan penghinaan dilakukan LM. Mulai dari diberikan sanksi pindah tugas, bahkan meminta untuk diproses secara hokum.

“Nanti sama pak sekda saja ya,” singkat dia.

 

Sebelumnya, oknum staf BKPSDM LM menyebut guru sebagai penyumbang kerugian yang cukup besar, melakukan pelanggaran disiplin, pelanggaran administrasi dan temuan pemeriksaan BPK bahkan KPK. Hal ini membuat para guru spontan di Gumi Tastura beraksi.

Baca Juga  Begal Beraksi di Samping Kodim Lombok Tengah, Motor Berhasil Dirampas

Oknum staf BKPSDM ini menyampaikan itu semua melalui percakapan di WhatsApp, dengan Kamarudin seorang guru asal Kecamatan Janapria, Selasa siang (1/8/2023). Percakapan ini pun tersebar dan mendadak viral di media sosial.

Kamarudin yang dihubungi jurnalis Koranlombok.id malam ini, membenarkan kejadian itu. Dia menceritakan kronologis percakapan yang terjadi.

Awalnya, Kamarudin bertanya melalui WA kepada LM staf yang memegang server Sistem Informasi Absensi dan Presensi (SI-SENSI). Karena tepat pada Selasa tadi pagi, absensi mobile untuk semua guru P3K dan PNS ini diberlakukan serentak di Lombok Tengah. Namun prakteknya banyak kendala, salah satunya loading cukup lama yang membuat para guru telat absensi. Begitu juga sore harinya.

“Dari situ saya mulai bertanya via wa. Kenapa kita semakin dipersulit saja dengan kebijakan ini. Mohon ditinjau kembali kebijakan ini, jangan sampai banyak orang dirugikan. Begitu pertanyaan awal saya,” cerita Kamarudin.

Setelah muncul pertanyaan itu via wa. LM langsung membalas. Adapun jawabannya yang membuat para guru tersinggung. ‘Silahkan komplain ke pembuat kebijakan pak. Selama bbrpa tahun terakhir, guru sebagai penyumbang kerugian yang cukup besar, mulai dari pelanggaran disiplin, pelanggaran administrasi, pelanggaran n temuan pemeriksaan keuangan BPK n KPK. Sudah terlalu keenakan guru2 ini, masuk n pulang semau dan seenaknya,’.

Baca Juga  Jadwal Pemberangkatan Calon Jemaah Haji NTB Melalui Bandara Lombok

Selain itu, LM juga mengaku dengan jawabannya via wa. ‘Sekarang bnyak yg mengeluh pulang jam 14.30 krn biasanya pulang jam 1, bertahun2 jd guru sudah korupsi waktu brpa banyak?’.

Dalam percakapan yang cukup panjang itu, LM juga menyampaikan untuk saling mengoreksi, tidak hanya melihat dari tuntutan hak tapi juga pemenuhan pada kewajiban.

“Apa yang merugikan bapak?” tulis LM.

“Kami potong gajinya? Kami potong tunjnganx? Silahkan datang ke kantor nanti kami buktikan.

Silahkan di cek data pegawainya, sebagian besar tidak sinkron bahkan data nasional, daerah dan dapodik itu bnyaj yang tidak sesuai, di ada-adakan hanya untuk pemenuhan sertifikasi.

“Disitu puncak saya cukup kesal dan kecewa dengan LM,” tegas Kamarudin.

Baca Juga  Live Mandi Lumpur 2 Jam, Emak-emak di Setanggor Dapat Uang 4 Juta

Secara terang-terangan, oleh LM juga menyebutkan dimana terbukti dari pelaporan data keluarga, 150 juta temuan BPK pengembalian tunjangan keluarga itu hampir semua dari guru.

LM juga mengatakan, jadi jangan merasa dipersulit hanya karena pihaknya meminta untuk melaksanakan kewajibannya sebagai pegawai.

“Harusnya bapak sebagai guru bisa menganalisa masalah seperti ini.  Baru mulai dan kami sudah siapkan server sedemikian rupa, dari bulan lalu kami imbau untuk uji coba, tapi sangat sedikit guru yang mau uji coba. Itu karena apa? Kami mau coba ketahanan server, sekarang setelah berlaku semuanya bjubel konsultasi ke kantor, bjubel absen, bjubel taunya protes,” tegas LM dalam WA.

Atas kejadian ini, Kamarudin sebagai guru mengaku merasa keberatan atas apa disampaikan LM. Bahkan dirinya tidak menyangka banyak pihak guru lain menanyakan seputar persoalan ini kepada dirinya.

“Saya hanya mau dia minta maaf kepada semua guru,” tegas Kamarudin.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.