LOMBOK – Virus corona atau Covid-19 datang lagi di tanah air. Begitu juga di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). sekarang terdapat 155 orang warga NTB dinyatakan terpapar virus menular ini dan berbahaya tersebut.
Memasuki libur natal dan tahun baru 2024, Dinas Kesehatan Provinsi NTB meningkatkan kewaspadaan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Fikri Hamzi menyampaikan di NTB akumulatif kasus 18 Desember 2023 ada 155 kasus covid-19. Kendati masih ada kasus, namun hal tersebut dianggap tidak signifikan.
“Khusus di NTB kita tidak ada signifikan peningkatan kasusnya, kita pantau terus penigkatan bed occupation rate (BOR) tidak ada,” terangnya, Jumat, (22/12/2023) kepada media.
Sementara peningkatan kewaspadaan kasus covid-19 di masa liburan natal dan tahun baru, pihaknya telah mendapat arahan dari Kementerian Kesehatan RI. Tapi yang paling penting saat ini bagaimana menjaga diri dan keluarga terutama saat berada di kerumunan dengan menggunakan masker.
“Masker itu kan memproteksi diri juga, misalnya kalau ada kasus flu dan lainnya,” katanya.
Selain itu pihaknya juga menyiapkan 1200 dosis vaksin booster, namun pihaknya kedepan akan melihat jika semakin banyak permintaan akan menyediakan stok lebih untuk vaksin booster.
“Di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga kita siapkan sekitar 100 dosis untuk antisipasi, harapan kita yang sudah vaksin dosis kedua untuk segera vaksin booster,” ceritanya.
Kasus covid-19 terkahir ini didominasi oleh sub varian EG5 yang merupakan turunan dari omicron dimana kasusnya semakin meningkat di Negara Singapura. Selain itu bulan November kasus serupa juga terjadi lonjakan di negara lain seperti Australia, Polandia, Rusia, dan Italia.
“Ini bagian dari kewaspadaan kita dengan melihat trend peningkatan kasus, karena ada mobilitas penduduk yang tinggi,” sebutnya.
Untuk itu, Dinas Kesehatan NTB telah menyiapkan surveilance di masing-masing puskesmas untuk mendata lebih awal jika ada masyarakat yang memiliki gejala seperti terkena virus covid 19, dirinya mengatakan trend kasus saat ini telah menurun tidak signifikan.
“Tapi 155 itu trend tidak signifikan, kemarin itu kasusnya pada Mei meningkat kalau sekarang menurun. Tetapi kewaspadaan ini menjelang Nataru jangan sampai meningkat,” harapnya.(nis)





