LOMBOK – Empat pelayanan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur disoroti banyak pihak. Di antaranya, Puskesmas Selong, Puskesmas Jerowaru, Puskesmas Pengadangan dan Puskesmas Peringgasela.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H. Fathurrahman langsung merespons kabar ini. Dia berjanji akan menjadikan atensi terhadap informasi ini, termasuk berjanji akan terus berupaya memperbaiki dan memperkuat budaya salam, senyum, sapa dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas.
Dalam kesempatan itu, Kadikes mengimbau agar para nakes bekerja atas dasar kesadaran sebagai pelayan masyarakat bukan karena keterpaksaan. Dengan demikian cara- cara humanis dalam pelayanan dapat diwujudkan.
“Masukannya sangat bangus, kami terus berikhtiar untuk memperbaiki komunikasi,” tegasnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Rabu sore (17/1/2024) via ponsel.
Fathurrahman mengimbau juga agar semua Puskesmas terus meningkatkan pelayanan dengan menerapkan senyum, sapa, edukasi, dan komunikasi yang baik kepada pasien dan keluarga.
“Semua harus membiasakan itu utamanya di UGD, juga nakes lainnya hingga petugas parkir,” tambahnya singkat.
Sebelumnya, kondisi pelayanan kesehatan di rumah sakit dan Puskesmas menjadi atensi LSM KASTA NTB. Berdasarkan laporan yang pihaknya terima dari masyarakat, pelayanan yang kurang baik diduga menimpa pasien bahkan keluarga. Laporan yang diterima sering terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Sujono Selong dan empat puskesmas.
Pembina LSM KASTA NTB DPD Lombok Timur, Hasan Gaung menegaskan pelayanan yang menjadi atensi pihaknya. Lebih-lebih terhadap oknum Nakes kepada pasein. Menurut dia, dalam pelayanan seharusnya mengacu pada sikap keramah tamahan, baik terhadap pasien maupun keluarga pasien.
“Yang terjadi, teman-teman Nakes banyak yang tidak mampu memberikan senyuman, hal ini yang menjadi fokus diskusi,” katanya, Rabu (17/1/2024).
Hasan mengungkapkan jika pihaknya banyak mendapat laporan negatif terkait pelayanan dan fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai. Sehingga pihaknya meminta kepala dinas kesehatan sebagai penanggungjawab untuk bergerak cepat melakukan perbaikan.
“Laporan masyarakat ini kami sampaikan lewat lembaga, ada banyak temuan kurang baik dari segi pelayanan dan fasilitas yang masih kurang memadai,” sentilnya.
Demikian pula dengan pihak rumah sakit RSUD Dr. Soejono Selong, pihaknya memberikan masukan agar melakukan evaluasi kinerja oknum Nakes yang masih tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan.
Peran perbaikan pelayanan juga diharapkan dapat dilakukan para kepala puskesmas dengan memberikan perhatian khusus dan teguran kepada oknum Nakes yang melanggar SOP pelayanan terhadap pasien maupun keluarga pasien.
KASTA mengapresiasi gerak cepat kadis kesehatan dengan memanggil para kepala puskesmas. Pihaknya berharap dengan atensi tersebut pelayanan yang diberikan para Nakes lebih baik lagi kepada masyarakat.
“Harapan kami, agar pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan lebih baik,” harapnya.(fen)






