Mahasiswa KKN-PMD Unram Sosialisasikan Migrasi Aman dan Program Zero Cost

oleh -1460 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Foto bersama usai kegiatan sosialisasi berlangsung.

 

 

LOMBOK — Praktek percaloan masih marak terjadi. Termasuk dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok, NTB. akibatnya, banyak calon PMI jadi korban. Mereka mengalami kerugian materi akibat bujuk rayu keberangkatan cepat tidak sesuai prosedur.

Dimana, kondisi ini mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Program Membangun Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram menggelar sosialisasi dengan tema Migrasi Aman dan Program Zero Cost: Bekerja ke Luar Negeri dengan Aman dan Tanpa Biaya Penempatan. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Darmasari, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Kamis 8 Januari 2026.

 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penempatan PMI yang aman dan legal, sekaligus memperkenalkan Program Zero Cost, yakni skema penempatan tanpa biaya. Program ini diharapkan mampu menekan praktek percaloan dan keberangkatan nonprosedural. Sosialisasi difasilitasi mahasiswa KKN-PMD UNRAM bersama perangkat desa dengan menggandeng Badan Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga  Dewan Sitti Ari Desak Polisi Percepat Pengungkapan Kasus Kematian Esco

 

Narasumber dari BP3MI NTB, Fatma Rizkia memaparkan alur penempatan PMI yang sesuai ketentuan, mulai dari pendaftaran hingga keberangkatan, serta menekankan pentingnya berangkat melalui jalur resmi. Selain itu, BP3MI NTB juga menyampaikan kebijakan Program Zero Cost, yakni skema penempatan PMI tanpa biaya penempatan. Program ini dirancang untuk melindungi calon PMI dari pungutan tidak wajar sekaligus menekan praktik percaloan yang masih marak terjadi di masyarakat.

Baca Juga  Kasus Pengerusakan Rumah di Mujur Mulai Ditangani Polisi

 

Sementara itu, narasumber dari Centre for Village Innovation (CVI) Muh. Reyhan Firdiansyah menyampaikan banyak hal. Pihak Lembaga independen tersebut memberikan pemahaman mengenai penempatan PMI dalam skema Zero Cost serta pentingnya monitoring dan verifikasi untuk memastikan calon PMI berangkat secara sah dan tercatat. Menurut pihak CVI, pengawasan sejak tahap awal penempatan menjadi kunci untuk menekan angka keberangkatan ilegal yang masih kerap terjadi di tingkat desa.

“Program pelatihan calo/tekong sebagai upaya pengendalian terhadap isu calo yang seringkali menjadi tantangan besar dalam proses penempatan PMI asal Lombok,” katanya.

Baca Juga  Berkah Ramadan Seru, Berikut Program ITDC

 

Kegiatan ini dibuka Sekretaris Desa Darmasari Muhammad Habibullah mewakili kepala desa setempat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-PMD UNRAM yang mengangkat isu strategis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami prosedur penempatan PMI yang legal serta memanfaatkan Program Zero Cost secara optimal.

“Kegiatan ini tujuan sangat baik, semoga masyarakat bisa terhindar dari penipuan dan risiko keberangkatan ilegal,” kata Sekdes.(red)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.