LOMBOK – Sudah 20 tahun lamanya warga Ahmadiyah yang berada di Praya, Lombok Tengah mengaku tidak pernah keciprat bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. Baik pemerintah pusat, provinsi bahkan daerah.
“Dari zaman SBY Presiden sampai sekarang Jokowi belum pernah ada bantuan apapun,” ungkap seorang warga Ahmadiyah, Wahyu Hidayat kepada jurnalis Koranlombok.id, Minggu (11/2/2024).
Wahyu yang ditemui di kompleks pengungsian di belakang Kantor Dinas Kesehatan Lombok Tengah mengatakan, jika selama ini petugas turun melakukan pendataan sering. Anehnya bantuan tidak pernah diberikan.
“Ya kami tidak tahu kenapa sampai bantuan tidak ada turun, kami anggap saja itu bukan rizki kami,” katanya sembari tersenyum.
Ia menyampaikan, secara khusus dari dinas tidak pernah turun menyapa ke lokasi pengungsian. Petugas yang sering mendatanginya hanya pihak kepolisian.
“Tidak pernah ada, cuma polisi datang mendata kami di sini,” ceritanya.
Dia menambahkan saat ini jumlah warga Ahmadiyah yang tinggal di kompleks berkurang. awalnya puluhan kepala keluarga (KK) kini tersisa lima KK saja. Warga yang tinggal sekarang di tempat ini berasal dari Kecamatan Praya Timur, Praya dan ada juga korban pengusiran dari Lombok Timur.
“Begini lah kondisi kami di sini, Alhamdulillah kami dalam keadaan sehat,” ucapnya.
Belum lama ini cerita Wahyu, ada warga yang tinggal di tempat ini sudah bisa pulang karena tempat tinggal mereka tidak dirusak.
“Kami di sini takut mau bangun rumah kalau ujung-ujungnya nanti dirusak lagi,” ungkapnya.
Pada momen wawancara itu, Wahyu mengaku jika warga yang tinggal di kompleks ini ingin bebas seperti masyarakat pada umumnya. Ia menyampaikan hanya itu tuntutannya kepada pemerintah.
“Dulu kepada pemda melalui Kesbagpoldagri pernah kami sampai itu, tapi tidak ditanggapi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Ahmadiyah Lombok Tengah Lalu Muhammad Saihu membenarkan kondisi memprihatinkan warga di kompleks pengungsian. Ia menegaskan, beberapa kali pihaknya sampaikan persoalan ini ke pemerintah namun tak kunjung digubris.
“Iya-iya saja jawaban, waktu itu pernah saya sampaikan ke Pak Bupati Suhaili dan ke Dinas Sosial. Ya sampai sekarang tidak ada bantuan apapun,” ungkapnya saat dihubungi jurnalis Koranlombok.id.i
Dia berharap warga di sana dapat bantuan berupa untuk berusaha. Karena menurutnya fakir miskin harus dipelihara oleh Negara.
“Kalau bicara tempat tinggal juga sangat tidak layak,” bebernya.
Selama ini kata Saihu, justru warga beberapa kali dapat bantuan secara pribadi yang dikirim dari Jakarta dan Sulawesi. Bantuan yang warga terima beras, sembako dan bantuan lainnya.
“Sebenarnya persoalan warga kami sering kami sampaikan ke pemerintah, ya Cuma itu saja dijawab iya. Kami harap pemerintah bisa memperhatikan saudara kami,” pungkasnya.(dik)






