Beras Mahal, Ini Ancaman Bulog Bagi Pedagang Mitra

oleh -256 Dilihat
Beras/ilustrasi

LOMBOK – Kepala Cabang Bulog Lombok Timur, M. Syaukani menebar ancaman bagi pedagang mitra Bulog. Apalagi di tengah muncul banyak keluhan masyarakat berkaitan dengan harga beras yang naik.

Untuk itu, pihaknya memastikan jika beras Bulog di pedagang mitra bulog tetap dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan yakni, sebasar Rp 10.900 per Kg dengan kemasan 5 Kg.

Syaukani mengancam akan mencabut kemitraan distribusi kepada penjual yang coba-coba nakal dengan menjual beras Bulog di atas Het.

“Jika ada yang menjual beras SPHP Bulog di atas HET, kami akan cabut kemitraannya,” ancamnya tegas, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga  Bawaslu Loteng Temukan Politik Uang Oleh Oknum Caleg

 

Pihaknya pun meninta agar masyarakat dapat secara aktif melaporkan jika menemukan pedagang yang menjual beras tersebut melebihi harga jual yang telah ditentukan.

“Jika ada ditemukan pedagang mitra Bulog menjual beras di atas HET laporkan ke kami, agar kami tindak,” janjinya.

Sementara itu pihaknya menjelaskan jika pada bulan ini pihaknya telah mendistrubusikan 1.557 ton beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 155.796 orang yang didistribusikan melalui pemerintah desa.

Katanya, percepatan penyaluran bantuan tersebut diharapkan mampu menekan harga inflasi di pasar khususnya berkaitan dengan komoditas beras.

Baca Juga  Kurang 5 Bulan jadi Anggota Dewan, Ferdiansyah Diciduk Polisi

“Kita berharap dengan digelontorkannya bantuan pangan ini, harga beras di Lotim tetap terkendali,” harapnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, pihaknya Bulog juga menyalurkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang akan disalurkan hingga bulan Juni mendatang.

“Distribusi bantuan pangan (Beras) direncanakan sampai Juni,” bebernya.

 

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) NTB,  Rohman Rofiki menyebutkan jika harga beras di pasaran mulai dikeluhkan masyarakat. Harga beras premium klaimnya berada diangka Rp 17.000 per Kg,  tidak hanya itu pihaknya juga mengklaim jika beras Bulog dijual diharga Rp. 15.000 per Kg. Harga ini masih sangat tinggi dibandingkan dengan penghasilan masyarakat.

Baca Juga  Pertamina Masih Lakukan Investigasi di Lombok Tengah

“Ini temuan kami di lapangan,” katanya tegas.

Ia meminta agar pemerintah bisa segera mengambil sikap untuk menjaga stabilitas harga sehingga harga bahan pokok terutama beras tidak meroket jelang bulan puasa mendatang.

LMND NTB mengaku cukup khawatir dengan kenaikan harga beras tersebut, sebab akan berpotensi berdampak pada kenaikan bahan pokok lainnya baik berupa tomat, gula, minyak dan jenis lainnya.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.