Unik, Begini Warga Denggen Jaga Tanaman Padi dari Serangan Hama

oleh -1069 Dilihat
FOTO FENDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Puluhan ibu- ibu tengah membawa makanan untuk kegiatan Nyelametan Dowong di Makam Lendang Maroge, Kelurahan Denggen, Senin (26/2/2024).

LOMBOK – Warga Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur memiliki cara untuk menjaga tanaman padi mereka dari serangan hama demi bisa mendapat hasil panen yang melimpah. Warga Kelurahan Denggen masih melestarikan budaya “Nyelametan Dowong” sebagai sarana untuk mencegah tanaman padi mereka terkena hama.

Lurah Denggen, Harun menjelaskan jika pelaksanaan Nyelametan Dowong dilakukan pada waktu tertentu yakni pada Hari Senin di Bulan Sa’ban. Dalam gelaran even budaya tersebut diadakan berbagai ritual yang dihajatkan sebagai sarana mengharap keselamatan bagi diri dan keluarga mereka juga sumber penghasilan warga yakni pertanian.

“Ini sebagai sarana, nanti ada darah ayam yang ditaruh di daun bambu akan dibawa ke sawah, darah itu dapat mengusir hama,” bebernya, Senin (26/2/2024).

Baca Juga  Oknum LSM Dilaporkan ke Polisi Setelah Tabok dan Intimidasi Wartawan

Kegiatan Nyelametan Dowong sendiri digelar setiap tahun di lokasi Makam Leluhur Denggen Demung Patriaji yang di perkirakan memimpin warga Denggen sekitar abad 16 Masehi.

“Puncaknya Galeng Rarak Kembang Waru yang kita lakukan sekarang ini,” tuturnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Denggen, H. Lalu Selamet menerangkan jika kegiatan tersebut merupakan budaya warisan dari Demung Patriaji yang sampai saat ini terus di lestarikan. Ada banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat melalui kegiatan tersebut yakni, mulai dari terbinanya semangat gotongroyong hingga terpupuknya rasa kekeluargaan di tengah masyarakat Denggen.

Baca Juga  Kades Diduga Jual Beras Bansos, Kantor Desa Barabali Disegel Warga

“Kearifan lokal ini terus di lestarikan, kita juga akan libatkan para pemuda nanti kita akan sosialisasikan secara bertahap,” katanya.

Ia menyebut ada berbagai ritual yang dijalankan dalam kegiatan tersebut salah satunya pengambilan air di sumur mertak sari yang ada di desa setempat. Air tersebut nantinya akan di gunakan para petani sebagai syarat yang akan dituang di sawah mereka dengan harapan akan bisa mendatangkan manfaat bagi tanaman mereka.

“Air ini sebagai semel- emel (penyejuk) sesuai dengan namanya mertak sari (Air sari),” sebutnya.

Baca Juga  Gara-gara Sendal Hilang, Jalan Keluar Masuk Ditembok Beton

 

Ditambahkan Camat Selong, Baiq Widiani Astuti berharap agar kegiatan budaya tersebut bisa masuk kalender even Kabupaten Lombok Timur, sebab memiliki nilai kearifan lokal yang perlu terus dijaga oleh generasi mendatang.

“Semoga kedepan ini bisa jadi kalender event,” harap camat.

Pihaknya juga berpesan agar para tokoh masyarakat lebih aktif memberikan pendampingan kepada generasi muda sehingga kedepannya budaya tersebut terus terjaga dan dilestarikan.

“Saya melihat generasi muda masih kurang, silahkan diperkenalkan juga kepada generasi muda kita,” pesannya.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.