LOMBOK – Dalam kegiatan Safari Ramadan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengungkapkan jika tersisa 20 persen jalan kabupaten belum mantab.
Merespons disampaikan bupati, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, M. Tauhid buka suara. Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, pihaknya di DPRD berjanji dalam waktu dekat akan membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). Maka dengan itu pihaknya bakal membahas secara konferhensif soal jalan, lebih khusus kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kami dari lembaga legislatif terbuka dalam pembahasan kebijakan anggaran, terlebih sembilan program pembangunan prioritas di Lombok Tengah mengkhususkan kepada infrastruktur jalan. Maka inilah pentingnya kemudian sinergi bersama semua pihak yang terlibat,” terangnya kepada media
Menurut Tauhid, pembangunan daerah tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Pemda. Melainkan harus dilakukan bersama semua pihak dan stekholder.
Menurut Politisi Gerindra ini, kegiatan Safari Ramadan yang digelar pemerintah kabupaten di 12 kecamatan merupakan momentum ajang silaturrahmi yang luar biasa.
“Saya sebagai ketua DPRD dari Kopang datang ke beberapa kecamatan bersilaturrahmi ke kecamatan lain dan ini hanya bisa dilaksanakan meskipun diluar Daerah Pemilihan (Dapil) hanya saat safari ramadan,” katanya singkat.
Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri dalam kegiatan safari Ramadan menyampaikan jika ini merupakan safari Ramadan terakhir di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Nursiah. Dalam kesempatan itu, Bupati Pathul Bahri membeberkan beberapa hal di hadapan peserta Safari Ramadan yang berlangsung di Kecamatan Batukliang Utara, Kamis malam.
Bupati mengatakan masa jabatan bupati dan wakil bupati sekarang dipangkas satu tahun sehingga harus berakhir pada tahun 2024. Kendati demikian, Pathul-Nursiah masih bisa menjalankan roda pemerintahan hingga tahun 2025 sampai dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih nantinya.
Pathul Bahri menyampaikan, safari kali ini adalah safari terakhir pasangan Maiq-Meres jilid II. Pasalnya, bulan November mendatang pemilihan kepala daerah akan digelar.
“Ini adalah safari terakhir kami, tahun depan sudah ada pejabat baru,” kata Pathul.
Politikus Partai Gerindra ini membeberkan, keberhasilannya memimpin Lombok Tengah bersama dengan H.M.Nursiah meskipun hanya 2 tahun atau setengah masa jabatanya bisa menjalankan program. Pasalnya, diketahui bersama 2 tahun anggaran banyak terpotong untuk penanganan kasus covid- 19.
“Masa efektif kami hanya 2 tahun bekerja, 2 tahun sisanya kita disibukan dengan kasus Covid-19 anggaran daerah terpotong untuk menangani kasus,” ceritanya.
Meskipun 2 tahun program dijalankan, akan tetapi berkat dukungan seluruh masyarakat pembangunan di Lombok Tengah berjalan sesuai dengan Visi-Misi Maiq-Meres jilid II.
“Persis kami kerja hanya 2 tahun optimal, selebihnya banyak dihabiskan oleh penanganan kasus covid dan stunting,” bebernya.
Sementara itu beberapa program yang diklaim bupati terealisasi sesuai visi misinya adalah pemberian kendaraan dinas kepada kepala dusun, pemberian insentif kepada guru ngaji, kartu sehat Maiq-Meres, sekolah kedokteran bagi kaum duafa dan yatim piatu penghafal alquran dan beberapa program lainnya.
Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Lombok Tengah yang telah mendukung dirinya dan Nursiah dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurut dia, tanpa dukungan semua pihak maka apa yang menjadi program kerja pemerintah akan sulit bisa terealisasi.(nis)





