LOMBOK – Salah satu Pimpinan Ponpes Assayuthiah NW Mertak Nao di Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah Lalu Erwin Rahadi mengaku sangat bersyukur atas atas kunjungan tim dari media Koranlombok.id.
Dia menyampaikan ini baru pertama kali ada media secara khusus menyambangi Ponpes yang dia pimpin. Dalam kesempatan itu, dirinya menawarkan kepada pihak Koranlombok.id untuk kedepan bisa mengisi materi sebulan sekali di sekolah ini.
“Entah soal motivasi atau materi jurnalistik, adik-adik kita di sini sangat membutuhkan itu,” katanya di acara buka bersama di halaman Ponpes, Minggu sore (24/3/2024).
Selain itu Lalu Erwin mengungkapkan jika ada banyak persoalan yang terjadi di sekolah- sekolah yang jauh dari kota seperti di Mertak Nao. Dimana mulai dari masalah ekonomi orangtua santri, hingga pada persoalan nikah dini yang sering terjadi di tengah masyarakat.
“Mudahan bisa menjalin kerjasama dengn baik untuk seterusnya, banyak orangtua murid memiliki masalah ekonomi,” ungkap dia.
Ditegaskannya, untuk memperjuangkan pendidikan di desa, pihak Ponpes tidak memungut biaya kepada wali santri. Apalagi dengan kondisi ekonomi orangtua yang cukup memprihatinkan.
Dia juga menjelaskan, tantangan di masa depan semakin sulitnya pekerjaan jika hanya mengandalkan sebagai PNS, namun untuk menyongsong masa depan dibutuhkan motivasi dan informasi terkait peluang- peluang pekerjaan yang ada.
“Harapan kami sekali sekali sebulan bisa memberi motivasi, ini bentuk dari kerjasama dengan Koranlombok,” tuturnya.
Ditambahkan Erwin, Ponpes Assayuthiah sendiri memiliki santri sebanyak 700 orang dari tingkat Raudatul Atfal (RA) hingga jenjang Madrasah Aliyah (MA). Pihaknya menegaskan dengan hadirnya Koranlombok dapat memberikan aura yang tinggi dan keberkahan bagi Ponpes Assayuthiah Merta Nao.
“Ada anak yatim kami tampung di sini, mereka langsung tinggal di asrama. Itu kami semua yang memberikan makan-minum dan seragam, begitu juga santri lainnya,” ceritanya.
Di tempat yang sama, Pemimpin Redaksi Koranlombok.id Diki Wahyudi menyampaikan jika perusahaan media tidak hanya mencari berita atau informasi. Menurut dia, perusahaan media juga harus bisa melakukan kegiatan sosial dan melihat secara langsung kondisi di lokasi.
“Media Koranlombok.id tidak hanya datang mencari informasi, namun juga bisa berbagi bersama adik- adik,” kata Diki.
Ia juga berkomitmen untuk mengisi peluang berbagai pengalaman dan motivasi bersama santri di Ponpes Assayuthiah yang nantinya akan diagendakan setelah bulan Ramadan. Diki berharap melalui kegiatan tersebut dapat terus meningkatkan mutu lulusan di lembaga pendidikan ini.
“Insyaallah selesai Puasa kita akan agendakan,” tutupnya. (fen)






