LOMBOK – Warga mempergoki mobil dinas diduga milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang sedang mengangkut sejumlah baliho foto bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur 2024, Zulkifliemansyah dan Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi) jilid II (dua, red).
Temuan ini sempat direkam oleh warga di Praya. Pengakuan saksi mata, Selamat Riadi menceritakan awal dirinya yang secara langsung mengambil video saat mobil dinas milik Pemprov tersebut sedang membawa dan menurunkan sejumlah baliho foto Zul-Rohmi dengan model desain Pilgub tahun lalu.
Selamat mengungkapkan, kejadian itu ditemukannya Selasa malam (16/4/2024) Pukul 22.00 Wita. Pertama kali ia menemukan mobil pikap warna putih ini di jalan raya depan Terminal Renteng, Praya.
“Dari situ saya buntuti sampai ke simpang empat Kampus IPDN NTB di Leneng,” ceritanya kepada jurnalis Koranlombok.id, Rabu (17/4/2024).
Pria yang juga Kepala Lingkungan (Kaling) Wakan Leneng ini menuturkan, setelah itu pihaknya melihat mobil pikap itu mengarah ke Barat atau Mataram melalui jalan raya Desa Puyung, Kecamatan Jonggat.
“Di bagian belakang mobil pikap itu saya lihat ada tiga orang,” bebernya.
Atas kejadian ini, Selamat mengaku sangat menyayangkan contoh yang tidak baik dan dipertontonkan kepada masyarakat awam. Harusnya, sebagai tokoh bahkan oknum pejabat Pemprov memberikan contoh seperti apa pemerintah menjaga netralitas jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024.
“Jadi jangan heran kalau di tingkat bawah juga bisa melanggar aturan, mereka saja secara terang-terangan memberikan contoh tidak benar,” katanya dengan nada kesal.
Dari kejadian ini, dirinya meminta kepada Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Aryadi untuk menindak tegas oknum pejabat yang dengan leluasa memberikan kendaraan dinas menguntungkan salah satu bakal calon di Pilgub.
“Harus ditindak tegas ini, kalaupun ini diperintah oleh pejabat tertinggi di Pemprov harus ditindak juga,” pintanya.
Sementara kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB dan Lombok Tengah untuk menindak temuan ini. Bawaslu harus memanggil pihak-pihak terkait karena sudah menggunakan fasilitas Negara untuk kepentingan politik.
“Kami siap memberikan kesaksian dan menunjukkan bukti video itu,” kata Selamat.
Sampai berita ini dimuat, Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Aryadi dan Penjabat Sekda Pemprov NTB Ibnu Salim belum bisa dikonfirmasi atas temuan ini.(dik)





