Sampah Membludak di Lombok Tengah, Sehari 60 Ton

oleh -4341 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Ini tumpukan sampah yang lokasi tidak jauh dari Sekretariat KONI Lombok Tengah.

 

LOMBOK – Selama bulan suci Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri sampah membludak di Lombok Tengah. Sampah ini bersumber dari sampah rumah tangga dan lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi mengatakan dari pada hari biasanya 50 ton sampah diangkut dan kini menjadi 60 ton per hari yang kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pengengat di Kecamatan Pujut.

“Kita tambahkan volume pengangkutannya, kalau di area wisata kan ada yang bertanggung jawab seperti di KEK itu Mandalika ada ITDC jadi yang kita tahu yang masuk ke TPA,” ungkapnya kepada media, Rabu (17/4/2024).

Baca Juga  Dewan Sayangkan Sikap RSUD Praya, Laporkan Warga Gara-gara Ini

 

Kendati pihaknya saat ini hanya memiliki 20 dump truk pengangkut sampah maupun amrol, pihaknya terus berupaya lebih memaksimalkan pengangkutan sampah.

 

Selain itu saat ini untuk antisipasi, pihaknya akan membuka Blok B di TPA Pengengat mengingat di Blok A kapasitas penampungan sampah sudah mulai berkurang.

Baca Juga  Video Pengakuan Pedagang Bakso Kena Pajak 4,5 Juta Sebulan

Ia berharap masyarakat ke depan sadar terkait pemilahan sampah baik organik ataupun non organik, hal tersebut karena dapat bermanfaat seperti untuk pembuatan pupuk kompos, budidaya maggot.

“Kita harapkan kedepan aktivitas pengolahan sampah lebih efektif dan masif sehingga residu atau sisa sampah yang terbuang akhir itu kecil,” katanya.

 

Sementara itu saat ini baru satu Desa Semparu yang memiliki tempat pengolahan sampah bahkan telah berdampak terhadap pemasukan desa, ia berharap jika tidak bisa diterapkan pada setiap desa di Loteng minimal pengolahan sampah serupa dapat dibuat di beberapa zona.

Baca Juga  The implementation of restrictions on community activities is lifted, the pandemic status is still vali

“Minimal ada di Zona Utara, Tengah, dan Selatan untuk mengurangi beban TPA Pengengat,” harapnya.

 

Sementara inovasi pengolahan sampah plastik sebagai campuran pembuatan bahan bangunan seperti, bata dan paving block belum ada yang diterapkan, namun pihaknya saat ini berusaha mengembangkan limbah plastik sebagai bahan bakar minyak. (nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.