LOMBOK – Pelayanan di UPTD Dukcapil Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur sedang jadi buah bibir setelah viral di media sosial facebook.
Awal muncul keluhan warga soal pelayanan perekaman dan pencetakan E- KTP di UPTD Dukcapil Kecamatan Labuhan Haji. Persoalan ini kemudian viral setelah ada unggahan oleh pemilik akun inisial ZH. Pemilik akun menceritakan pengalamannya yang hendak merekam dan mencetak e-KTP sejak Desember 2023, tapi sampai bulan April 2024 tidak kunjung jadi.
Parahnya lagi soal pelayanan, ZH menyebut jika staf pelayanan di kantor itu terkesan jutek dan tidak murah senyum.”Dijanjiin minggu depan, minggu depan, alasannya nggak ada blanko, sistem eror, semua berbagai alasan dibuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kanit UPTD Dukcapil Kecamatan Labuhan Haji, Muhyyidin menegaskan jika secara normal semua masalah adminduk yang diurus di kecamatan bisa selesai hari itu juga ketika tidak ada gangguan sistem.
Ia menjelaskan ada beberapa kendala jika terjadi eror yakni, proses perbaikan membutuhkan waktu karena harus dilalukan oleh teknisi dari kabupaten. Namun demikian, pihaknya menegaskan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang mengurus adminduk dengan kategori keadaan darurat.
“Seperti mengurus KTP untuk rekening bank, KTP untuk ibu melahirkan atau bersalin, kebutuhan lamar pekerjaan, keberangkatan umroh, juga pendaftaran masuk TNI/Polri,” dalihnya, Selasa (23/4/2024).
“Endingnya tanda tangan elektronik dia bermasalah. Kalau keadaan darurat kita selesaikan saat itu juga,” katanya tegas.
Pihaknya menerangkan jika jumlah blanko e-KTP yang diterima tidak sesuai dengan jumlah daftar tunggu cetak KTP di kecamatan, sehingga pihaknya membagi dua porsi blanko yang diperoleh yakni sebesar 50 persen untuk daftar antre cetak KTP di kecamatan yang jumlahnya lebih dari 200 pemohon.
“Kemudian sisanya sebanyak 50 persen untuk kebutuhan keadaan darurat,” katanya.
Dia mencatat permohonan cetak e- KTP yang viral tersebut masuk bulan Januari 2023. Pihaknya juga menegaskan jika bersangkutan benar- benar sudah bolak- balik mencari dan dirinya mengetahui hal tersebut, maka pasti akan dilakukan pencetakan.
“Kalau dia memang datang ke sini, saya tidak mungkin tidak cetakkan,” tegasnya lagi.
Sementara soal beredarnya proses pencetakan e- KTP yang cepat jadi jika ada uang pelican, ditegaskannya semua itu hanya fitnah. Dia memastikan tidak ada pihak UPTD Dukcapil Labuhan Haji yang menerima uang. Bahkan pihaknya mengaku siap ditindak tegas jika ada jajarannya yang menerima uang.
“Saya bilang ini fitnah, jika terindikasi ada bukti, kita tindak tegas, kita laporkan ke dinas,” janjinya.
Selanjutnya terkait pelayanan yang kurang ramah, ia menerangkan jika staf pelayanan tersebut sudah ditarik ke kabupaten dan diisi oleh staf yang baru.
“Untuk sekarang ini baru satu, petugas di depan yang sering jadi keluhan di masyarakat,” ungkap dia.
Terpisah, Kepala Dinas Dukcapil Lombok Timur, Sateriadi membenarkan adanya penarikan staf tersebut. Dimana tim Dukcapil kabupaten berkunjung ke UPT Dukcapil Kecamatan Labuhan Haji bersama Camat Labuhan Haji untuk melakukan pembinaan.
“Memang salah satu upaya pembinaan dengan cara rolling staf,” katanya saat dikonfirmasi via whtsaps, Selasa (23/4/2024).
Namun demikian, pihaknya tidak bisa menjelaskan tidakan selanjutnya terkait masalah tersebut lantaran masih di luar daerah.
“Tiang (saya, red) sedang ada di luar daerah. Silakan dikonfirmasi ke Pak Sekdis,” jawab singkatnya.(fen)







