LOMBOK – Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah H. Ahmad Supli mengusulkan desain Masjid Agung diubah. Sebab, ada potensi pariwisata yang dimiliki oleh salah satu tempat ibadah terbesar di Lombok Tengah tersebut.
Pihaknya mengusulkan jika di sebelah timur atau utara Masjid Agung perlu dibangunkan semacam bangunan yang dapat menampung UMKM sekitar.
“Itu kan di sebelah timur itu sampai Rp. 40 juta setahun, ini bisa jadi sumber pendapatan baru bagi Masjid jadi menarik jika mandiri dari segi keuangan,” katanya kepada Koranlombok.id, Rabu (22/5/2024).
Ia menyampaikan, ini sudah dilakukan di beberapa masjid di daerah lain seperti di Masjid Jogokaryan di Yogyakarta dan Masjid Al-Markaz Islami di Makkasar. Bahkan di kedua masjid terkenal itu bazaar tiap hari Jumat juga kerap dilaksanakan.
Sementara itu dirinya telah berbicara kepada Kepala Bagian Kesra Setda Lombok Tengah, agar para takmir di Masjid Agung bisa study banding di masjid-masjid yang pengelolaannya lebih modern.
“Bisa di sana barang dua atau tiga hari untuk studi banding, jadi mereka tau bagaimana manajemen biaya operasional masjid yang didapat dari usaha sendiri,” ujarnya.
Selain itu Supli juga menyoroti sejumlah fasilitas masjid yang butuh perbaikan dan pembenahan seperti sejumlah titik atap yang bocor dan tempat wudhu yang terpisah jauh dari bangunan masjid.
“Saya juga minta didesain ulang karena sekarang kan tempat wudhu yang terpisah dengan masjid itu butuh kanopi, jadi saat hujan jamaah tidak basah kuyup,” terangnya.(nis)





