LOMBOK – Sejumlah warga melakukan hearing ke kantor DPRD Lombok Tengah. Warga dipimpin Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik NTB, Rabu (15/5/2024).
Dalam pertemuan tersebut warga menuntut penjelasan terkait dengan pertanggungjawaban perawatan Bendungan Batu Bokah di Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat yang telah dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT I).
Juru bicara LSM Lidik, Sahabudin menegaskan pihaknya menyoroti kualitas rehabilitasi. Dimana ia juga mempertanyakan karena belum lama ini sejumlah bangunan Bendungan Batu Bokah mengalami roboh pasca rehab.
Katanya, karena hal tersebut pertanian warga terganggu karena air dari bendungan yang dialirkan ke area persawahan warga menjadi terhambat.
“Kami Ingin memastikanbahwa masyarakat tidak dirugikan dan bendungan yang telah direhabilitasi tetap berfungsi baik,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah Muhalip yang menerima hearing mengatakan pasca dilakukan rehab bendungan tersebut, lebih baik jika dapat mengalirkan air ke area persawahan masyarakat.
“Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan ketenangan bagi masyarakat yang bergantung dengan bendungan,” ujarnya.
Selain itu atas laporan yang dewan terima ini, Komisi III berjanji akan menindaklanjuti laporan yang diterima pihaknya. Ia berharap agar pihak BWS segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Harus diperhatikan ini,” katanya.(nis)





