LOMBOK – Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah, Muslihin menegaskan jika pihaknya menjamin para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Tastura tidak akan diganti oleh pedagang lainnya setelah Taman Muhajirin selesai dilakukan penataan.
“Saya jamin, jangan sampai orang yang baru datang akan menggeser orang yang sudah lama di situ. Lapor ke kami kalau ada seperti itu nanti,” tegasnya saat menerima hearing sejumlah PKL di Gedung DPRD, Jumat (9/8/2024).
Muslihin dengan tegas meminta data-data pedagang yang direlokasi perlu dicocokan dengan data milik Dinas Pariwisata untuk menjamin hak mereka yang telah lama berjualan di sana agar tidak diambil.
“Nanti data tersebut berikan ke kami, tidak ada lagi UMKM yang titipan pejabat,” yakinnya.
Sementara itu saat ini tengah berlangsung proyek penataan di Alun-alun Tastura dengan nilai anggaran Rp 5 miliar sumber APBN.
Adapun yang bakal dibangun, plaza pengunjung, plaza UMKM dan creative hub. Selain itu ada sejumlah fasilitas yang dibangun seperti jogging track, gazebo bahkan perbaikan landscape.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sungkul menegaskan bahwa tidak ada relokasi untuk para pedagang. Yang ada hanya operasional sementara demi keselamatan pekerjaan selama proyek perbaikan berlangsung.
“Yang kita akan kerjakan adalah eks Kantor Dinas Pendidikan supaya arealnya lebih luas dan representatif, sehingga bangunan itu sudah kita robohkan dan demi keselamatan pekerjaan,” tegasnya.
Sungkul mengaku tidak mengenal para PKL yang akan mengisi di Alun-alun Tastura nanti, ia memastikan tidak ada PKL titipan pejabat.
Ditambahkan Kasat Pol PP Lombok Tengah, Zaenal Mustakim yang turut hadir saat hearing mengatakan para PKL sudah dipindahkan di lokasi yang baru di belakang panggung becingah dan mengaku belum ada protes dari mereka.
“Kami tidak lepas tangan dan terus berkoordinasi dengan saudara-saudara PKL,” katanya.(nis)





