LOMBOK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Muslihin menyoroti maraknya lampu penerang jalan umum (PJU) dan traffic light atau lampu lalulintas yang mati.
“Jangan sampai Kota Praya jadi seperti kota mati,” sebutnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Kamis (25/7/2024).
Selain itu, kata Muslihin, lampu penerangan sepanjang jalur bypass dari bundaran Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) menuju Bundaran Songgong, Mandalika juga mati. Padahal, beberapa bulan lagi akan digelar event MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika.
Maka dari itu, ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Namun soal kondisi PJU dan traffic light tidak hanya diperhatikan jelang MotoGP atau event saja. Namun pemerintah harus memastikan ini semua normal.
Menurut dia, sangat besar pengaruh ketika wajah kota gelap seperti sekarang ini. Ketika persoalan ini dibiarkan, bisa saja menjadi kesempatan pelaku kejahatan beraksi. Begitu juga ancaman bagi pengendara dan pejalan kaki, agar bisa terhindar dari musibah kecelakaan dan hal yang tak diinginkan.
“Sehingga ada tamu-tamu yang berkunjung ke wilayah kita walaupun bukan di musim MotoGP merasa aman,” katanya.
Sementara itu, dewan memberikan saran kepada Pemkab Lombok Tengah untuk mengevaluasi kelemahan-kelemahan pada saat event MotoGP sebelumnya. Agar dijadikan acuan kebijakan kedepan terutama terkait pendapatan daerah juga.
Dalam kesempatan itu, dewan satu ini sempat menyinggung Pemkab Lombok Tengah yang selama ini tidak dapat mengakses data dari penyelenggara terkait berapa tiket yang terjual sebagai patokan presentase berapa pajak hiburan yang diberikan.
“Makanya kita DPRD dan Pemda akan mencoba bagaimana kita dapat akses itu, makanya kita di Loteng ini ada dua hal yang tidak bisa ditembus, pajak PJU dari PLN dan pajak MotoGP,” sentilnya.(nis)






