Penulis : Baiq Yuni Andini Mahasiswa UIN Mataram
Di era digital, Generasi Z memiliki hubungan yang sangat dekat dengan gadget. Gadget menawarkan akses tak terbatas dalam bentuk informasi, koneksi sosial, dan hiburan yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Dalam hal informasi, gadget menyediakan akses tak terbatas ke sumber belajar, berita terkini, dan alat penelitian yang mempermudah pengembangan diri. Untuk koneksi sosial, gadget memungkinkan kita terhubung dengan teman, keluarga, dan komunitas melalui media sosial, aplikasi pesan instan, dan forum online. Sementara itu, dalam hal hiburan, gadget menawarkan berbagai pilihan seperti streaming video dan musik, game online dan offline, serta buku digital dan audiobook. Namun penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental.
Masalah kesehatan mental yang sering terjadi yaitu meningkatnya kecemasan, depresi dan cyberbullying. Kecemasan meningkat akibat tekanan media sosial dan ketakutan ketinggalan tren, sementara depresi dipicu oleh isolasi, gangguan tidur, dan paparan konten negatif. Cyberbullying, yang merajalela di dunia maya, menambah beban dengan dampak merusak, termasuk pikiran untuk bunuh diri. Selain itu, gangguan tidur akibat cahaya biru layar, penurunan konsentrasi akibat notifikasi konstan, dan citra diri negatif akibat perbandingan sosial di media sosial semakin memperburuk keadaan. Penting untuk menyadari bahwa kecemasan, depresi, dan cyberbullying adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan dukungan.
Dukungan dari orang tua dan pendidik memegang peran penting dalam membantu Generasi Z mengelola penggunaan gadget mereka, dengan menetapkan batasan, mendorong komunikasi terbuka, dan memberikan contoh penggunaan yang sehat. Pendidikan tentang literasi digital dan keamanan online juga krusial dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mental Generasi Z.







