Penggunaan Gadget Usia Dini: Manfaat atau Ancaman?

oleh -993 Dilihat
Foto : Ilustrasi

 

 

 

Penulis: Mina Arinta Putri Mahasiswa UIN Mataram

 

PENGGUNAAN gadget yang semakin banyak dizaman yang semakin berkembang ini membuat cara kita berinteraksi, belajar, dan melaksanakan kehidupan sehari-hari semakin berubah. Diera digital ini memudahkan masyarakat dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa mudah dalam mengakses segala hal dengan menggunakan handphone, laptop, yang telah berintegrasi dikehidupan sehari-hari. Bahkan dizaman pendidikan yang semakin maju, anak-anak juga dituntut untuk menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan interaksi anak dengan gadget semakin intens sehingga akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.

 

Hasil studi Novanti & Garzia (2020) mengatakan bahwa salah satu faktor yang terkait terhadap kualitas tumbuh kembang anak adalah teknologi. Teknologi merupakan hasil inovasi manusia dari tuntunan era globalisasi, inovasi terbaru dari era globalisasi ini adalah gadget. Dari pembahasan tetang penggunaan gadget, hal yang perlu dipertanyakan adalah apakah penggunaan gadget usia dini akan menimbulkan manfaat atau bahkan ancaman bagi anak-anak?

Baca Juga  Meneladani Sikap Cinta Tanah Air dan Bela Bangsa Dari Rasulullah SAW

 

Sebenarnya dampak atau ancaman dari penggunaan gadget oleh anak usia dini tergantung dari penggunaanya yang disertai kontrol orang tua, tidak berlebihan, dan konten yang dikonsumsi oleh anak terfilter yaitu berisi tentang konten menarik yang mampu memberikan pengetahuan, serta mengasah keterampilan kreativitas anak. Adapun dampak positif yang ditimbulkan jika penggunaan gadget terkontrol menurut study Siregar (2022) meliputi keterampilan motorik, mengasah kemampuan kognitif anak, sebagai sarana hiburan bagi anak-anak serta melatih kemampuan berkompetisi anak

Baca Juga  Eks Kapolres Bima Resmi Tersangka Narkoba

Adapun dampak negatif gadget apabila digunakan tanpa kontrol orang tua menurut studi Rahayu (2021) yaitu terlambatnya perkembngan bicara dan bahasa anak, dimana anak lebih banyak interaksinya dengan gadget dari pada berkomunikasi dengan manusia, hal ini menyebabkan perkembangan bicara dan bahasa anak terhambat. Selanjutnya penggunaan gadget tanpa kontrol orang tua menyebabkan anak mengalami gangguan perilaku, sulit fokus dan mudah gelisah atau yang lebih di kenal dengan penyakit ADHD (Attension Deficit/Hyperactivity Disorder).

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga dapat memberi peluang anak untuk melihat konten yang kurang baik seperti menonton video yang menggunakan bahasa kasar, hal ini juga akan mempengaruhi perilaku serta karakter anak. Penggunaan gadget secara berlebihan juga akan memberikan efek kecanduan, hal ini juga akan menyebabkan timbulnya rasa cemas pada anak ketika tidak ada gadget sehingga berdampak terhadap psikologi dan mental anak yang bahkan bisa menyebabkan depresi.

Baca Juga  Keunikan Tradisi Badudus di Lombok Tengah

Kesimpulannya bahwa dampak penggunaan gadget diusia dini apakah mendatangkan mamfaat atau ancaman, tergantung  waktu penggunaan dan kontrol orang tua terhadap anaknya. Gadget yang digunakan secara tepat akan memberikan peluang untuk belajar secara interaktif, membantu meningkatkan kognitif dan motorik anak. Begitupun sebaliknya penggunaan gadget secara berlebihan akan menimbulkan ancaman yang harus dicegah oleh orang tua supaya suatu ancaman yang akan timbul dari penggunaan gadget dapat di minimalisir.

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.