LOMBOK – Akhir-akhir ini kasus perampokan meresahkan warga di Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Pada jam yang sama, kasus perampokan terjadi di dua rumah lokasi berbeda. Pertama di Lingkungan Tiwu Asem, Kelurahan Renteng dan rumah Lingkungan Renteng, Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya.
Kasus ini terjadi saat pemilik rumah meninggalkan kediaman mereka untuk melaksanakan Salat Hari Raya Idul Fitri di masjid, Senin (31/3/2025) pagi.
Tidak lama, kasus serupa kembali terjadi di Dusun Pondok Songkar, Desa Aikmual, Kecamatan Praya. Dari tiga lokasi kejadian itu, kawanan rampok berhasil menggasak uang dan perhiasan milik para korban.
Informasi yang disampaikan warga, dari tiga lokasi perampokan. Pertama di Tiwu Asem pemilik rumah kehilangan uang Rp 15 juta dan emas 20 gram.
Berikutnya di Lingkungan Renteng korban kehilangan uang Rp 60 juta dan emas 100 gram. Terakhir di Pondok Songkar, Aikmual pemilik rumah kehilangan uang Rp 7,5 juta dan emas 70 gram.
“Informasi dari pengakuan para korban pelaku berjumlah sekitar 15 orang,” kata tokoh pemuda Tiwu Asem, Ahmad Said yang dikonfirmasi Koranlombok, Jumat (4/4/2025).
Kades Aikmual M. Hasyim yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus perampokan menimpa warganya di Dusun Pondok Songkar. Kejadiannya terjadi, Selasa (1/4/2025) malam.
“Benar itu korban pulang pergi Malaysia, uang dan emas yang hilang,” katanya via ponsel.
Terpisah, Kasi Humas Polres Lombok Tengah IPTU Lalu Brata Kusnadi dikonfirmasi soal maraknya kasus kejahatan belum memberikan respons sampai berita ini ditayangkan.(red)






