LOMBOK – Setidaknya ada 15 ekor sapi di Dusun Karang Ide I, Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah diserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal ini menyebabkan peternak di desa setempat mulai resah.
“Dari laporan peternak tidak kurang 15 ekor sapi warga terserang penyakit (PMK, red) tersebut,” ungkap tokoh masyarakat Desa Bilebante, Dala’ah, Selasa (13/5/2025).
Dikatakan Dala’ah, dari 15 ekor sapi itu ada jantan, betina dan anak sapi yang diduga kuat diserang virus menular ini. “Untuk itu kami mohon kiranya bantuan para pihak terkait untuk memberikan perawatan kepada peternak agar serangan PMK ini tidak meluas,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah Muhammad Kamrin yang dikonfirmasi membenarkan adanya temuan sapi diserang PMK di Desa Bilebante.
Kamrin menyampaikan, pihaknya baru tadi pagi menerima laporan dari anak buahnnya di lapangan. Informasi yang ia terima, ternak yang diserang PMK baru dibeli di pasar hewan untuk kurban.
“Kemungkinan dibeli di wilayah lain sehingga membawa gejala penyakit. Biasa seperti ini tapi Insyaallah untuk penyebaran bisa diatasi,” jawabnya via wa, siang ini.
Sekarang, kata Kamrin, petugas sudah turun ke lokasi langsung. Di lokasi petugas mengambil tindakan dengan memberikan obat kepada sapi yang diserang virus.
“Besok pagi teman di lapangan akan antarkan obat dan mengecek secara menyeluruh. Sapi yang terkena dari luar baru-baru ini,” katanya.
Dari kasus yang kembali ditemukan itu, Kamrin berjanji akan tetap melakukan pengawasan dengan menyisir lokasi pengusaha ternak apalagi sekarang mendekati lebaran kurban.
“Tetap kita pantau ngeh,” janjinya.(red)






