LOMBOK – Sebanyak 12 ekor hewan kurban sapi dari Presiden RI, Prabowo Subianto disalurkan kepada masyarakat NTB. Bantuan hewan kurban 12 ekor sapi dari presiden ini telah dan akan disalurkan di 10 kabupaten / kota.
Sementara itu, salah satu bantuan hewan kurban presiden dengan bobot 1,28 ton diserahkan kepada pengurus Masjid Jami’ Praya, Lombok Tengah, Kamis (5/6/2025) pagi.
“Jadi totalnya di NTB dari Presiden ada 12 ekor. Sebenarnya kalau beratnya standar, maka 10 kabupaten / kota masing-masing dapat satu, dan satu ekor untuk pemerintah provinsi. Tapi karena di Bima beratnya kurang standar, maka diberikan dua,” ungkap Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB, H. Sahnan di Masjid Jami’ Praya.
Ditegaskan Sahnan, jenis hewan kurban diberikan semua jenis eksotik, yang paling bagus, kelas satu. Beratnya ada yang lebih dari 1 ton, dan yang lainnya bervariasin ada yang 900 kg, 850 kg dan paling tidak di atas 650 kg.
Untuk penyaluran hewan kurban bantuan ini, semua prosesnya sama dari perwakilan pemerintah kepada pengurus masjid. “Cuma kami bagi-bagi tugas, karena tidak mungkin Pak Karo datang ke semua tempat. Penyerahannya rata-rata hari ini dan besok. Ada yang besok langsung diserahkan, dan ada yang hari ini. Jadi kami membagi tenaga. Ada pejabat-pejabat Biro Kesra yang kami distribusikan ke tempat lain,” ungkapnya.
Dikatakan Karo Kesra Setda Provinsi NTB, dia yang diutus mewakili gubernur menyampaikan, hewan kurban ini diberikan sebagai bentuk penghargaan awal karena tahun pertama kepemimpinan presiden. Begitu juga Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyerahkan dua ekor hewan kurban sapi untuk masyarakat Lombok Tengah.
“Bantuan hewan kurban seperti ini disalurkan merata di seluruh kabupaten / kota di NTB sebagai bentuk keadilan,” kata Sahnan.
Katanya, untuk Lombok Tengah tahun 2025 mendapatkan tiga ekor sapi. Ada yang diserahkan kepada pengurus Masjid Ummul Huda, kemudian di Masjid Agung yang merupakan bantuan hewan kurban dari gubernur.
“Tahun depan itu harus bergeser ke kabupaten lain. Karena ini permulaan, makanya banyak. Ini penghargaan pertama karena sesepuh-sesepuh kita berasal dari Lombok Tengah, dan Pak Gubernur juga dari Lombok Tengah. Ini saya sampaikan sebagai Karo Kesra, ya bukan pernyataan dari gubernur,” bebernya.
Di tempat yang sama, pembina Yayasan Masjid Jami’ Praya, Habiburrahman mengatakan bahwa untuk teknis pembagian sapi masih akan didiskusikan terlebih dahulu. Ia memastikan sapi akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, dan pihaknya juga akan membagikan kupon nantinya.
“Kita prioritas kepada masyarakat yang tinggal di sekitar masjid,” katanya.
Katanya, untuk jumlah dan teknis pembagian daging hewan kurban belum dapat dipastikan karena nanti akan ada panitia yang mengatur dan membagikan kupon.
“Baru kali ini ada bantuan seperti ini. Mudahan bisa ada setiap tahun, karena Masjid Jami’ ini merupakan masjid tertua sejak tahun 1700 masjid ini sudah ada. Maka kami berharap ke depannya tetap mendapat perhatian dari Bapak Presiden,” harap Habiburrahman.
Di samping itu, pemilik sapi bantuan presiden Atang mengatakan, berat sapi miliknya yang dibeli oleh presiden 1,28 ton. Sapi tersebut diberi nama Tobil karena tidak bertanduk dan matanya mirip dengan Tobil, yaitu hewan yang biasa ditemukan di sekitar pohon kelapa.
“Alhamdulillah, ini kali kedua kandang kami mendapatkan kepercayaan untuk menyediakan sapi Presiden. Tahun lalu kami juga dapat, dan tahun ini kembali dipercaya,” katanya di lokasi penyerahan.
Kata Atang, sapi dengan bobot 1,28 ton ini dirinya jual kepada pihak Istana Negara dengan harga Rp 128 juta. Ia menambahkan, begitu mengetahui sapi akan dibeli oleh presiden sapi ini dirawat secara ekstra.
“Yang pasti kami karantina supaya kondisi kesehatannya tetap terjaga, menjaga kebersihannya, dan melakukan kontrol kesehatan setiap hari,” tutupnya.(hil)





