LOMBOK – Wacana pembangunan Dam Mujur di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah hanya isu musiman saja. Buktinya sekarang nyaris tidak pernah disinggung sedikitpun oleh pemerintah provinsi bahkan kabupaten.
Sementara pada awal momen Pemilu serentak 2024, Dam Mujur selalu dijadikan alat untuk menggoda rakyat di bawah. Baik oleh calon bupati, gubernur dan Caleg. Ujung-ujungnya sekarang hilang kabar.
Wakil Ketua II DPRD NTB, Yek Agil Al Haddar membuka fakta sebenarnya. Ditegaskan Yek Agil, soal wacana pembangunan Dam Mujur tidak pernah dibahas di tingkat provinsi.
“Tidak pernah dibahas di DPRD NTB, pasti akan dibahas di tingkat provinsi karena akan ada dana sering nantinya itu antara provinsi dan kabupaten,” ungkap Yek Agil kepada koranlombok.id di Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah, Kamis (5/6/2025).
Diungkapkan Ketua DPW PKS NTB itu, sampai sekarang berdasarkan informasi yang pihaknya terima sebagai wakil rakyat. Dimana warga Desa Lelong khususnya terdampak pembangunan tetap menolak pembangunan tersebut.
“Posisi saya sebagai wakil rakyat apa yang kami amati dan dengar dari masyarakat sebagian besar mereka tidak setuju,” ungkapnya.
Dari aspirasi masyarakat Desa Lelong terdampak ini, kata Yek Agil, tentunya ia sebagai wakil rakyat akan mendengar dan berada pada posisi masyarakat. Dia juga melihat ada banyak faktor yang belum dituntaskan di tingkat bawah sehingga wacana ini belum naik ke tingkat provinsi.
“Saya rasa ini penyebab sehingga tidak pernah dibahas,” pungkasnya.(sat)





