Bos Amman Mineral Mundur, Apakah Tambang Emas di Sumbawa Merugi?

oleh -1419 Dilihat
FOTO ISTIMEWA Aktivitas di lokasi pertambangan oleh PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Kabupaten Sumbawa Barat, NTB.

 

 

JAKARTA –.Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Alexander Ramlie mengundurkan diri. Surat pengunduran diri disampaikan secara resmi oleh Alexander Ramlie.

Alexander Ramlie merupakan salah satu pendiri Amman, yang berperan penting dalam akuisisi perusahaan tambang tembaga dan emas, PT Newmont Nusa Tenggara (sekarang dikenal sebagai PT Amman Mineral Nusa Tenggara) pada tahun 2016, dan memimpin tim yang bertanggung jawab atas peningkatan operasional perusahaan.

“Pada tanggal 14 Juni 2025, perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Alexander Ramlie dari jabatannya selaku direktur utama perseroan. Pengunduran diri tersebut diajukan sehubungan dengan rencana pengangkatan beliau sebagai komisaris perseroan,” kata Corporate Secretary Amman Mineral (AMMN), Vemmy Febrianti dalam keterangan resmi kepada otoritas bursa, yang dikutip Koranlombok.id, Minggu (15/6/2025).

Baca Juga  Pupuk Bersubsidi Dijual di Atas HET di Wilayah Praya Timur

Terkait hal tersebut, Vemmy mengungkapkan, Amman Mineral akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk meminta persetujuan dari pemegang saham atas pengunduran diri Alexander Ramlie sebagai direktur utama dan kemudian mengangkat sebagai komisaris perseroan.

Mata acara terkait hal itu akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) emiten berkode saham AMMN tersebut yang dijadwalkan pada Senin, 16 Juni 2025.

“Perseroan juga ingin menginformasikan bahwa dalam RUPST akan diusulkan pula pengangkatan Bapak Arief Widyawan Sidarto sebagai direktur utama, menggantikan Bapak Alexander Ramlie, untuk memeroleh persetujuan dari pemegang saham,” jelas Vemmy.

Dikutip dari Realtime Billionaires Forbes, Minggu siang (15/6/2025), Alexander Ramlie merupakan orang terkaya ke-18 di Indonesia dengan nilai kekayaan bersih mencapai US$ 2,7 miliar atau setara Rp 44 triliun.

Baca Juga  Jual Beras Bansos, Uangnya jadi THR Kades dan Oknum Perangkat Desa Barabali

 

Sebagai salah satu pendiri Amman Mineral (AMMN), Alex berperan penting dalam akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara atau yang sekarang bernama Amman Mineral Nusa Tenggara. Pada tahun 2017, dia juga memainkan peran penting dalam akuisisi saham pengendali Amman di Macmahon Holdings Ltd yang terdaftar di ASX dan menjabat sebagai direktur non-eksekutif dari tahun 2017 hingga 2023.

Sebelum mendirikan AMMN pada tahun 2015, Alexander menjabat sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer di PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk, produsen batu bara metalurgi yang terdaftar di BEI. Selama menjabat di Borneo, dia berperan penting dalam mengakuisisi saham pengendali di Bumi PLC (Bumi) yang terdaftar di LSE pada tahun 2011.

Baca Juga  Dewan Loteng Harap Kuota P3K Diperbanyak untuk Nakes

Dari tahun 2012 hingga 2015, Alex menjabat sebagai direktur non-eksekutif di Bumi dan memegang posisi dewan direksi di berbagai anak perusahaan Bumi seperti PT Berau Coal Energy Tbk yang terdaftar di BEI, PT Berau Coal, PT Bumi Resources Tbk yang terdaftar di BEI, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin Indonesia.

Alex meraih gelar sarjana dan master di bidang ekonomi dari Universitas Boston, dan memulai kariernya sebagai bankir investasi di Lazard Frères & Co.(red)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.