Guru Sertifikasi dan Penggerak Akan Dikerahkan Ngajar di Sekolah Rakyat

oleh -1250 Dilihat
FOTO ILUSTRASI / Sekolah Rakyat

 

 

LOMBOK – Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, H Masnun membeberkan calon guru yang akan mengajar di sekolah rakyat. Katanya, untuk guru bakal diprioritaskan kepada mereka yang sudah lulus sertifikasi dan guru penggerak.

“Begitu juga guru ASN yang dinilai lebih di sekolah induk juga dapat dialihkan ke sekolah rakyat,” ungkapnya kepada Koranlombok.id, Rabu (11/6/2025).

Dalam sambungan telpon, Masnun menyampaikan jika akan dilakukan rekrutmen baru berdasarkan hasil SP3K tahun 2024 dan disesuaikan dengan kebutuhan rombongan belajar (Rombel) yang diterima.

 

 

Sementara itu, untuk penerimaan siswa baru program sekolah rakyat. Dimana penerimaan siswa baru akan dilakukan tahun 2026 sesuai tahun ajaran 2026/2027. Sedangkan proses pembangunan sarana dan prasarana sendiri baru akan dimulai pada tahap dua, yakni sekitar Juli atau Agustus 2025.

Baca Juga  Siswa SMP Tawuran di Praya Timur Akan Disanksi

 

“Ini kita masuk di tahap dua, jadi penerimaan siswa baru dimulai 2026/2027, jadi tidak masuk tahap satu,” bebernya.

 

Masnun menambahkan, berdasarkan hasil rapat terakhir pemerintah daerah akan segera melakukan konsultasi ke tingkat pusat terkait kelanjutan pembangunan infrastruktur.

“Kita akan berangkat ke Jakarta bersama orang PU dan Pak Wabup, untuk konsultasi ke pusat terkait dengan proses dimulainya pembangunan infrastrukturnya,” ceritanya.

Baca Juga  Sinyal Penggusuran, Pathul Terjunkan ASN, TNI dan Polri ke Tanjung Aan

 

Kata Masnun, Dinas PUPR akan fokus pada aspek tata ruang, sementara konsultasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait apa yang harus disiapkan agar pembangunan infrastruktur segera dilakukan.

“Kalau rekrutmen tenaga pengajar itu menjadi kewenangan penuh dinas pendidikan dan dilakukan secara online melalui sistem pusat. Dinas PUPR akan menangani pembangunan infrastruktur, sedangkan dinas pendidikan akan bertanggung jawab dalam penyediaan tenaga kependidikan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025,” ungkapnya lagi.

Baca Juga  Indonesia Peringkat Ketiga, China Gagal ke Piala Dunia 2026

 

“Jadi dinas itu punya peran masing-masing,” tambahnya.

 

 

Masnun menjelaskan, pihaknya berperan dalam menyiapkan sumber muridnya, yaitu dari keluarga yang masuk Dana Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dari keluarga yang masuk DTSEN 1 dan DTSEN 2 sebagai prioritas.

 

Ditambahkan dia, Pemkab Lombok Tengah sebelumnya telah mengajukan masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sementara jumlah siswa per rombel berkisar antara 25 hingga 30 orang. Kebutuhan guru akan ditentukan berdasarkan total murid baru yang terdata nantinya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.