LOMBOK – Ada dugaan pungutan liar (Pungli) yang terjadi di Bandara Internasional Lombok. Kasus ini terungkap setelah seorang penumpang asal Bima buka suara.
Korban Sri Sundari dan empat orang rekannya menjadi korban pungli oleh oknum aviation security di bandara. Kejadian itu menimpa mereka Sabtu, (28/6/2025) sekitar pukul 12.00 WITA.
Korban menceritakan, sebelum mereka hendak check in untuk penerbangan dari Lombok ke Surabaya, Sir dan teman-temannya dicegat oleh oknum aviation security dan satu orang petugas lainnya menggunakan seragam berwarna biru. Oknum petugas itu memaksa membawa barang bawaan mereka.
“Terus dia yang seragam biru itu masuk ke ruangan satpam begitu terus dia foto kami punya tiket, terus petugas minta kami bayar Rp 50 ribu per orang kita kan berempat,” ungkapnya kepada jurnalis koranlombok.id, Senin (30/6/2025).
Diceritakan Sri, setelah dirinya memberikan uang Rp 200 ribu dari empat orang. Seorang oknum petugas yang sama kembali meminta uang kepada mereka dengan mengatakan diberikan seihklasnya.
“Saya sudah bilang uang kami habis tapi dia (oknum petugas, red) bilang seikhlasnya saja, jadi kami kasih lagi Rp 50 ribu,” ungkapnya.
Sri mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut, sementara itu dia seringkali berpergian ke kota-kota lainnya seperti Jakarta, Bima dan Surabaya tidak ada tindakan pungli yang dilakukan oleh petugas.
“Saya aja heran di Surabaya dan Jakarta bahkan di Bima kita nggak pernah kok mengalami hal ini, ada CCTV nya tuh bisa dilihat kita kasih uang,” katanya.
Terpisah, Humas Bandara Internasional Lombok, Arif Haryanto berjanji akan melakukan investigasi di internal bandara. Katanya, jika ada ditemukan oknum yang melakukan hal tersebut, pihaknya akan memberikan tindakan tegas.
“Terima kasih atas laporannya. Kami menganggap serius dan segera menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan investigasi mendalam. Mohon ditunggu hasil investigasi kami. Jika terbukti ada indikasi pungli, tentunya akan ada tindakan tegas dari perusahaan terhadap mereka yang terlibat,” katanya singkat.(nis)







