LOMBOK — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar agenda pengecekan ayam jago sebagai bagian dari rangkaian pengesahan anggota baru yang akan dilaksanakan, Minggu 6 Juli 2025 di Lombok Barat.
Terdapat 36 calon warga menjalani proses dalam rangka memastikan ayam jago yang akan disedekahkan dalam keadaan sehat dan tidak cacat.
Diketahui, pengecekan ayam jago ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung lama dalam lingkungan PSHT. Ayam yang lolos tes nantinya akan diolah menjadi ingkung (dimasak dengan bumbu kuning, red) dan disedekahkan. Sasaran sedekah terutama kepada anak yatim dan warga kurang mampu.
“Kegiatan ini bukan hanya soal simbolik, tetapi juga syarat makna spiritual dan sosial. Ini memberi nilai tambah kepada calon warga, bahwa ilmu yang mereka terima harus dibarengi dengan kepedulian terhadap sesama,” terang Ketua Pusat PSHT NTB, Dwi Sudarsono kepada Koranlombok.id, Senin (30/6/2025).
Dimana, prosesi ini juga menjadi bagian dari tasyakuran menjelang pengesahan anggota baru. Pihak penyelenggara menekankan bahwa ayam yang tidak sehat atau memiliki cacat fisik tidak akan digunakan dalam kegiatan sedekah. Hal ini dimaksudkan agar calon anggota dan seluruh rangkaian kegiatan mendapat keberkahan.
Sementara itu, salah satu perintis PSHT di Lombok, Zainal Abidin mengungkapkan bahwa PSHT telah hadir di Lombok sejak tahun 1980-an. Katanya, diperkenalkan oleh anggota TNI asal Madiun. Perkembangan paling signifikan terjadi pada tahun 1997, terutama di wilayah Lombok Timur.
“Di Lombok Tengah sendiri perkembangan PSHT sangat menggembirakan. Kami terus bersinergi dengan warga, dan menjaga nilai-nilai persaudaraan yang menjadi ciri khas organisasi ini,” kata Zainal.
Dia menekankan pentingnya keaktifan dan konsentrasi calon anggota dalam menjalani proses pembelajaran di organisasi. Zainal mengingatkan bahwa posisi dalam organisasi harus dijalankan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“SH Terate tidak memandang dari rayon, ranting, atau cabang mana. Yang utama adalah kualitas keilmuan dan moral sebagai pelatih bersertifikasi yang sah sesuai standar dari pusat di Madiun,” tegasnya.
Sampai dengan sekarang jumlah anggota aktif PSHT di Lombok diperkirakan telah mencapai lebih dari 7 ribu orang, belum termasuk warga pendatang dari luar daerah. PSHT menargetkan seluruh anggotanya memiliki mutu dan kualitas yang baik, sesuai dengan tujuan organisasi dalam mendidik manusia berbudi pekerti luhur dan mampu membedakan mana yang benar dan salah.(hil)





