Kadis Pertanian Loteng Klaim 3 Ribu Hektare Padi Sedang Dipanen

oleh -5042 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Dua orang petani padi sedang panen di Desa Montong Terep, Kecamatan Praya.

LOMBOK – Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah Kamrin mengklaim, 3 ribu hektare luas lahan padi sedang proses panen dari total 52 ribu hektare.

Kamrin menyampaikan panen ini sudah mulai di Kecamatan Batukliang Utara, Kopang, sebagian Kecamatan Praya Tengah dan Praya Barat.

“Habis puasa baru akan 50 persen lebih panen, stabil sudah, jadi beras kita sudah aman,” tegasnya kepada media, Senin (18/3/2024).

 

Sementara itu harga beras di pasar juga diklaim sudah turun, dari angka Rp 18 ribu per kilogram (kg) saat ini menjadi Rp 15 ribu. Terkait itu dirinya memastikan harga beras akan turun karena dampak panen.

Baca Juga  Mengintip Gaji Pokok Bulanan Presiden 30 Juta dan Wapres 20 Juta

Ditegaskan dia, sedangkan masalah pengendalian harga dan tata niaga gabah dan beras itu bukan merupakan wewenang dinas yang ia pimpin. Itu wewenang Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kemudian Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Urusan Logistik, sedangkan Dinas Pertanian hanya bertanggung jawab melakukan produksi pangan.

Baca Juga  Mencemaskan, 2 Ribu Lebih LGBT Tersebar di Lombok Tengah

 

“Kadang ketika gabah kurang dikira Pertanian yang kurang produksinya padahal kita surplus, tahun kemarin kita dapat penghargaan sebagai lumbung pangan nasional, kita berkontribusi paling besar di NTB,” ungkap dia.

 

Kamrin menambahkan, kendati musim tanam terpaksa mundur karena adanya El-Nino dan seiring dengan masifnya alih fungsi lahan yang disebabkan wilayah pertanian menyempit. Dinas Pertanian justru menargetkan hasil panen padi Lombok Tengah meningkat 10 persen daripada tahun 2023. Tahun lalu produksi gabah 550 ribu ton gabah kering yang menghasilkan 350 ribu ton beras.

Baca Juga  Gubernur Tegaskan Proses Industrialisasi Itu Panjang

 

“Target ini untuk memacu kinerja kita di lapangan sebenarnya,” tegasnya lagi.

“Kan ada penerapan teknologi baru, bagaimana pengelolaan lahan lebih produktif. Kan itu yang harus kita terapkan di masyarakat,” sambungnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.