LOMBOK – Pemerintah Kecamatan Praya Tengah dan Kepala Desa Batunyala mengeluhkan kondisi jalan provinsi yang mengalami rusak parah. Tepatnya jalan provinsi yang menghubungkan Desa Batunyala dan Desa Lajut.
Camat Praya Tengah, Lalu Muhammad Saleh mengungkapkan jalan provinsi yang rusak parah berada di Dusun Batunyala I dan Dusun Pepekat Daye. Katanya, ini menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Dari banyaknya keluhan masyarakat ini, pemerintah kecamatan mengklaim telah melakukan koordinasi sejak awal dengan pemerintah desa.
“Kami sudah berdiskusi dengan Pemerintah Desa Batunyala dan Lajut. Insyaallah ke depannya kami akan mengusulkan segala sesuatu disertai foto kondisi riil di lapangan. Selanjutnya, kami juga akan berkonsultasi dengan pemerintah kabupaten, khususnya dinas terkait,” ungkap Saleh kepada Koranlombok.id di kantornya, Rabu (2/7/2025).
Muhammad Saleh mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum menjalin komunikasi langsung dengan pemerintah provinsi. “Untuk saat ini kami belum berkoordinasi ke pemerintah provinsi,” katanya.
Saleh menyebutkan, pihaknya hanya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan itu masih sebatas pelaporan melalui whatsapp.
“Termasuk ketika terjadi suatu kejadian, kami menerima kiriman foto dari masyarakat, lalu kami teruskan ke OPD maupun secara pribadi kepada kepala dinas,” bebernya.
Menurut Saleh, karena persoalan ini merupakan kewenangan provinsi NTB. Maka dia bersama dua pemerintah desa akan segera meminta arahan dari pemerintah daerah dalam hal ini, Dinas PUPR.
“Harapan kami adalah agar ditemukan solusi sehingga masyarakat dapat melintasi jalan dengan aman dan nyaman tanpa hambatan. Kami juga berharap pemerintah daerah merespons cepat dan bisa mendampingi kami untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi,” tegasnya.
Disamping itu, Kepala Desa Batunyala, H. Zaenudin menyatakan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2025. Apalagi jalan di Dusun Batunyala I dan Dusun Pepekat Daye. Kades menegaskan, dua titik jalan rusak ini sudah mendapatkan atensi dari pemerintah agar segera diperbaiki.
Zaenudin menyampaikan, panjang jalan yang mengalami rusak parah itu sekitar 5 sampai 6 meter di dua titik. Diakuinya, jalan rusak ini sering menyebabkan terjadinya kecelakaan, terutama di jalan yang bergelombang.
“Untuk pemerintah desa sendiri, kami sudah melaporkan ke pemerintah daerah dan kami juga sudah bersurat,” tegas Kades Batunyala.
Zaenudin menambahkan, kendati jalan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki kerusakan tetap kembali terjadi. Kades menduga penyebab jalan ini rusak karena kondisi saluran irigasi yang juga perlu dibenahi.(hil)





