Sekdes Montong Gamang, Ibu Hingga Kakaknya Diduga Dikeroyok Oknum Personel Gendang Beleq

oleh -633 Dilihat
Ilustrasi Penggeroyokan

 

 

LOMBOK  — Sekretaris Desa (Sekdes) Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah Enggos Sofian Indra, ibu hingga kakaknya diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum personel gendang beleq. Kejadian ini terjadi di simpang tiga Dusun Gonjong, Desa Montong Gamang, Minggu sore 12 April 2026.

 

Kepala Desa Montong Gamang, H. M. Amin Abdullah yang dikonfirmasi Koranlombok.id membenarkan peristiwa tersebut. Kades menceritakan awal mula kejadian itu. Dimana, Dekdes saat melintas menggunakan mobil dan berpapasan dengan rombongan gendang beleq di lokasi kejadian.

Baca Juga  Perhatikan Kondisi Guru Honorer di Lombok Tengah

Kata Kades, berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian. Sekdes sempat membunyikan klakson dengan maksud agar kendaraan yang berada di depannya bisa menepi atau berjalan lebih cepat. Namun disalahartikan oleh rombongan gendang beleq sehingga terjadi keributan.

 

“Namun terjadi kesalahpahaman, karena rombongan gendang beleq mengira mereka yang diminta untuk mempercepat langkah,” terang Kades via sambungan telepon, Senin 13 April 2026.

 

Akibat kesalahpahaman ini, Sekdes menjadi korban pengeroyokan. Tidak hanya Sekdes, ibu hingga kakaknya yang berada di lokasi juga turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga  114 Kasus DBD di Loteng, Warga Perlu Waspada

 

“Itu informasi sementara yang tiang (saya, red) dapat. Yang menjadi korban pengeroyokan ini Pak Sekdes  bersama ibu dan kakaknya juga,” ceritanya.

 

Atas kejadian itu, sekarang kasusnya telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk proses lebih lanjut. “Sekdes kemarin malam sudah dilakukan visum oleh pihak kepolisian. Kalau secara zahiriah yang kita lihat memang ada memar serta luka-luka kecil kami duga bekas cempreng atau alat gendang beleq,” sebut Kades.

Baca Juga  14 Aliansi Turun Demo, Salah Satu Tuntutan Pembayaran Lahan di Mandalika

 

Terkait jumlah pelaku, Kades Amin mengaku tidak melihat langsung kejadian. Namun berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi dan sempat melerai, diduga hampir seluruh personel terlibat.

“Secara pasti tiang tidak melihat langsung,” pungkasnya.

 

Atas kasus ini, Kasi Humas Polres Lombok Tengah sampai berita ini diturunkan belum ada respons.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.