Wakil Ketua Komisi IV Kecam Dugaan Penamparan Guru Oleh Kades Durian

oleh -974 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah / Wirman Hamzani

 

 

LOMBOK – Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Wirman Hamzani merespons kasus dugaan pemukulan oleh Kades Durian kepada seorang guru SDN Durian pada Kamis, 2 April 2026.

Kasus ini kendati telah dimediasi oleh Polsek Janapria, namun anggota dewan asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengecam aksi kekerasan tersebut.

 

“Saya Wakil Ketua Komisi IV mengecam keras biar proses ini segera diproses oleh penegak hukum dengan aturan yang berlaku,” singkatnya kepada Koranlombok.id melalui pesan singkat, Jumat 3 April 2026.

 

Sementara itu kronologi kejadian pemukulan diduga oleh Kepala Desa Durian, Didik Setiadi kepada Muhammad Yasin diawali dengan Didik mendengar cerita putranya mengaku dipukul oleh Yasin saat proses belajar.

Baca Juga  Dewan Sidik Melihat Perlu Adanya Reformasi Total

 

Kemudian pada sekitar pukul 15.00 WITA, Didik menemui Yasin di sekolah dan langsung melayangkan tamparan dan sempat mencekik leher Yasin. Terkait masalah ini sempat dilakukan mediasi pada Jumat sore, namun dari pihak Yasin menolak untuk menandatangani surat pernyataan perdamaian.

 

Cerita Yasin kepada Koranlombok.id saat ditemui di rumahnya di Dusun Kenyalu, Desa Jango, Kecamatan Janapria atas nasihat orangtuanya ia datang kembali ke Polsek setelah waktu Magrib dan menandatangani surat perdamaian.

Baca Juga  Dewan Sahid Akan Prioritaskan Jalan Lingkungan dan Air Bersih 2025

 

Kendati telah melakukan perdamaian dengan Kades Didik, Yasin mengaku masih merasa shock dan belum bisa tenang dan nyaman untuk mengajar. Kepala SDN Durian, kata Yasin mengupayakan agar dirinya bisa mengajar kembali di SDN Kenyalu tempat asal dia mengajar.

 

Ia enggan memperpanjang masalah dan memilih untuk menenangkan diri terlebih dahulu, karena dirinya baru pertama kali berurusan dengan masalah yang berkaitan dengan hukum, namun kendati demikian dirinya berterimakasih kepada PGRI dan asosiasi profesi guru yang lain dan kelompok masyarakat yang bersolidaritas atas kejadian yang menimpa dirinya dan memohon maaf tidak melakukan koordinasi saat menandatangani pernyataan mediasi kemarin.

Baca Juga  Tak Sejalan, Paket Ruslan – Masrun Bubar di Tengah Jalan

 

Sementara itu Didik yang ditemui di Mapolsek Janapria mengakui kesalahan kepada Yasin dan mengatakan sebelumnya setelah insiden tersebut telah meminta maaf melalui kepala sekolah.

 

“Sebelumnya kami juga sudah sepakat untuk memaafkan,” kata Kades.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.