LOMBOK – Rencana retreat atau kegiatan pembekalan bagi 24 kepala desa (Kades) terpilih hasil Pilkades serentak tahun 2025 ditunda. Kegiatan ini bakal dilaksanakan tahun 2026. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah, Lalu Rinjani.
Kata Rinjani, nantinya retreat 24 Kades akan dilaksanakan bersamaan dengan 89 Kades terpilih hasilPilkades serentak bulan Agustus 2026.
Sementara itu anggaran untuk kegiatan retreat ala Presiden Prabowo Subianto ini, akan diusulkan DPMD kepada DPRD pada pembahasan APBD Perubahan 2025 dan APBD tahun 2026.
“Kemungkinan tahun ini belum bisa dilaksanakan, mudahan tahun depan kita yang akan menganggarkan di DPMD karena ada 89 desa yang akan melakukan Pilkades, nanti akan kita samakan untuk diklat atau retreat di IPDN,” ungkapnya kepada koranlombok.id, Kamis (3/7/2026).
Sebelumnya, DPMD pernah mengusulkan terkait anggaran untuk kegiatan retreat diambil melalui anggaran dana desa (DD), namun aturan dari kementerian desa tidak diperbolehkan.
Sementara anggaran DD telah jelas dialokasikan untuk penghasilan tetap (Siltap) tunjangan Kades dan perangkat desa. Sedangkan dana bagi hasil pajak dan retribusi juga telah diarahkan setiap pemerintah desa untuk anggaran peringatan hari besar kenegaraan dan keagamaan serta kegiatan masyarakat lainnya.
“Sebelumnya melihat aturan ternyata tidak bisa jadi kami tidak jadi membuat rencana anggaran, tapi untuk tahun depan kita minta agar mohon bisa dianggarkan kepada pimpinan dan TAPD,” katanya.
Diketahui background dari kepala desa terpilih nantinya berasal dari berbagai macam latar belakang, ada sebagian besar kemungkinan masih belum mengetahui soal terkait tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa, sehingga pelatihan penting untuk dilakukan.
Menurut Rinjani, dalam pelatihan tersebut akan diisi oleh sejumlah narasumber yang berkompeten seperti dari pihak kepolisian, kejaksaan atau dari kementerian dalam negeri bahkan kementerian desa.
“Pokoknya terkait dengan pemerintahan desa, pembangunan, tata kelola keuangan, disiplin, mental dan aturan-aturan lainnya dan yang menyangkut soal pejabat baru, pokoknya akan komperhensif kita buat,” yakinnya.
Ditambahkan Kadis, pembekalan tersebut akan dibuat sedemikian rupa untuk penyeragaman pemahaman setiap kepala desa mengingat latar belakang pendidikan yang beragam, namun yakin Rinjani bagi setiap kades terpilih sebenarnya memiliki wawasan kepemimpinan yang cukup di masyarakat.
“Hal-hal yang teknis juga kita akan bekali juga walaupun secara umum,” pungkas Rinjani.(nis)





