Serah Terima Mahasiswa KKP UIN Mataram di Desa Setungkep Lingsar

oleh -603 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Foto bersama peserta KKP di Desa Setungkep Lingsar, Lombok Timur dengan pemerintah desa setempat.

 

 

LOMBOK – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram secara resmi melepas lebih dari 2.000 mahasiswa angkatan 2022 untuk melaksanakan Program Kuliah Kerja Partisipatif (KKP). Ribuan mahasiswa ini disebar ke berbagai desa di empat kabupaten di Pulau Lombok. Yakni, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Utara.

 

Salah satu titik pengabdian itu adalah Desa Setungkep Lingsar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Sebanyak 13 mahasiswa yang dipercaya untuk melaksanakan pengabdian di desa ini di antaranya, Nuryani, Suci Wulandari, Tri Hapsari Indar Prameswari, Wahyu Mardiansyah, Baiq Aura Nigarsih, Lalu Izzul Islam, Kanaya Laila Khaihaq, Mutira Maiza Tamima, Ihnuintan Apriani, Pujianara Safina, Muhammad Dhani Awaludin, Ahyar Rosidi, Ahmad Rizki Anugrah Pratama  yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Munawir  Sazali, M.Si.

Baca Juga  Siswa Belajar di Pinggir Jalan, Segel SDN 1 Jangkih Jawa Dibuka

 

Di desa yang tenang dan ramah ini, mahasiswa KKP disambut dengan senyum hangat, sapaan penuh keramahan, serta doa-doa yang menggugah hati. Serah terima berlangsung khidmat dan penuh harapan di aula kantor desa, dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

“Kami menyambut kalian seperti anak sendiri. Kami berharap kehadiran kalian bisa membawa kebaikan untuk masyarakat kami, bisa ikut andil dan berbaur dengan lebih aktif di bidang pendidikan,” ucap Kades Setungkep Lingsar, Saipul Muslimin, Selasa (1/7/2025).

 

Sementara, Ketua Kelompok Mahasiswa KKP Desa Setungkep Lingsar, Wahyu Mardiansah mengatakan sebagai perwakilan peserta. Dia menegaskan komitmen mahasiswa untuk mengabdi dengan sepenuh hati.

Baca Juga  Pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Tengah Hanya Omon-omon

“Kami mohon bimbingan dan arahan dari seluruh elemen masyarakat. InsyaAllah, kami siap belajar dan berkontribusi semampu kami, khususnya dalam menyukseskan program-program yang telah dirancang bersama,” kata Wahyu.

 

Kegiatan KKP bukan semata-mata tugas kuliah. Di desa ini, mahasiswa datang bukan hanya membawa program kerja, tetapi juga niat tulus untuk berbaur, mendengar, dan ikut serta dalam kehidupan masyarakat.

Di Setungkep Lingsar, mahasiswa tidak hanya datang dengan rencana kegiatan, tetapi juga dengan niat untuk membaur, menjadi bagian dari masyarakat. Dalam waktu singkat, mereka harus belajar memahami nilai-nilai budaya lokal, menjalin komunikasi dengan warga, dan membangun kepercayaan. Inilah esensi dari partisipatif itu sendiri: bekerja bersama, bukan bekerja untuk.

Baca Juga  Antusias Siswa Naik Angkutan Gratis Membludak di Lombok Tengah

Program KKP ini mungkin hanya berjalan hanya sebulan setengah, tapi pengaruhnya bagi kami mahasiswa akan terasa seumur hidup. Di Desa Setungkep Lingsar, kami tak hanya belajar mengajar, tapi juga akan belajar menjadi manusia yang lebih peduli dan tanggap terhadap realitas sosial.

Pengabdian kami dimulai dengan serah terima, namun lebih dari itu, kami merasa sedang diberi kepercayaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Dan di sinilah kami akan memulai langkah kecil kami, semoga memberi arti besar.(rls)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.