LOMBOK – Puluhan sopir ambulans desa yang tergabung dalam siaga ambulans desa (Si Bulan) wilayah Lombok, NTB ramai-ramai mendatangi Polres Lombok Tengah, Rabu (23/7/2025).
Aksi damai ini dilakukan buntut dari pemberitaan di media Koranlombok tayang, Selasa (22/7/2025) dengan judul ‘Ambulans Seruduk Dua Pemotor di Kopang, Satu Orang Tewas’.
Pada pemberitaan itu, Kasubsi Penmas Humas Polres Lombok Tengah IPDA Yulita yang menjadi narasumber berita mengatakan bahwa mobil ambulans yang terlibat kecelakaan di jalan raya Kopang, 21 Juli 2025 Pukul 07.25 Wita mengakibat satu pengendara tewas dan satu mengalami luka-luka.
IPDA Yulita menyampaikan kepada Koranlombok jika mobil ambulans yang mengalami kecelakaan dalam posisi tidak membawa pasien atau sedang kosong. Statement ini kemudian mengundang reaksi para sopir ambulans.
Perwakilan dari Siaga Ambulans Desa (Si Bulan), M. Wiliya Hariono Yusuf usai menyampaikan protes di Polres Lombok Tengah mengatakan bahwa pemberitaan yang menyebut ambulans yang terlibat dalam kecelakaan dalam keadaan kosong itu tidak benar.
“Informasi itu tidak benar. Faktanya, ambulans yang ditumpangi oleh rekan saya saat itu sedang membawa pasien ke Rumah Sakit Unram. Namun, di media diberitakan seolah-olah ambulans tersebut kosong,” ungkapnya.
Wiliya meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengklarifikasi terkait pemberitaan tersebut yang dimana ada pasien yang dibawa berasal dari Lombok Timur dan hendak dirujuk ke RS Unram untuk mendapatkan perawatan akibat luka patah tulang.
“Klarifikasi ini penting agar informasi yang tidak sesuai fakta tidak terus beredar di masyarakat,” tegasnya.
Wiliya menjelaskan bahwa ambulans ditemukan kondisi kosong, sebab pasien langsung dipindahkan ke ambulans Desa Bakan pasca peristiwa naas tersebut.
“Kami khawatir jika informasi yang salah ini terus berkembang, nanti muncul asumsi yang keliru, seperti mempertanyakan kenapa ambulans membunyikan sirine padahal disebut tidak membawa pasien,” katanya tegas.
Sementara Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, AKP Renaldi Puteh meluruskan berita yang muncul. Katanya, bahwa benar saat anggota Lakalantas tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ambulans tersebut dalam keadaan kosong atau tidak ditemukan ada pasien. Sebelum petugas tiba, terdapat tiga orang di dalam ambulans, yaitu pasien, sepupu, dan iparnya. Mereka kemudian dipindahkan ke ambulans lain dan dibawa menuju Rumah Sakit Unram.
AKP Renaldi menyampaikan bahwa dalam insiden tersebut, terdapat dua pemotor yang menjadi korban tabrakan. “Satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis,” katanya.(hil)






