LOMBOK — Perwakilan masyarakat dari enam desa di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah mengusulkan wilayah mereka menjadi lokasi pembangunan rumah sakit tipe D. Warga enam desa itu yakni, Desa Beleke, Lebisange, Ganti, Beleka Daye, Jerupuri, dan Pengonak.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Lombok Tengah, Lalu Wiranata membenarkan adanya permintaan perwakilan warga enam desa di Praya Timur.
Kata dia, wacana itu muncul dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Praya Timur dan sekitarnya.
“Dari wacana itu, kita lakukan kajian dan mudah-mudahan bisa kita teruskan menjadi sebuah rencana yang lebih pasti. Masyarakat mendukung secara total,” terang Lalu Wiranata di kantor Bupati, Kamis (7/8/2025).
Menurut Wiranata, aspirasi dari masyarakat sudah diterima dan akan menjadi dasar perencanaan yang lebih detail.
“Sasarannya selain Praya Timur sebagian juga mencakup Kecamatan Pujut, Janapria, dan Praya Tengah. Jadi cukup luas jangkauannya,” katanya.
Wiranata menjelaskan, rumah sakit yang direncanakan tipe D tersebut akan berdampak ke Pasar Seni Sengkerang. Dimana nantinya pasar yang dibangun pemerintah pusat itu akan dialihfungsikan menjadi lokasi rumah sakit. Sebab, pasar tersebut dinilai tidak optimal berfungsi. Apalagi lokasinya jauh dari titik strategis setelah adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan bandara.
“Kalau dulu belum ada KEK dan bandara, sekarang kondisinya sudah berbeda. Pasar Seni akan kita tempatkan di lokasi lain,” kata Wiranata.
Dia menegaskan, pengalihan fungsi Pasar Seni dimungkinkan secara regulasi karena pasar itu sudah menjadi aset daerah. Hanya diperlukan pemberitahuan kepada Kementerian Perindustrian sebagai pihak yang membangun fasilitas tersebut.(hil)





