LOMBOK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) menggelar sosialisasi edukasi sampah organik dan anorganik di SDN 2 Pengadangan Barat, Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela Kamis, (8/8/2025).
Kegiatan ini berlangsung pada minggu kelima KKN dengan menyasar siswa-siswi kelas VI. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pemahaman atau materi mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, teknik pemilahan yang benar, serta dampak positif pengelolaan sampah terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Antusiasme terlihat sejak awal acara. Beberapa guru turut hadir dan mendukung jalannya sosialisasi. Salah satu guru SDN 2 Pengadangan Barat menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN PMD Unram.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN PMD Unram yang sudah berbagi ilmu dan memberikan edukasi penting ini. Semoga anak-anak kami dapat mempraktikkan pemilahan sampah mulai dari rumah dan lingkungan sekolah, sehingga Desa Pengadangan Barat bisa semakin bersih dan sehat,” kata Guru SDN 2 Pengadangan Barat, Muhammad Taufik.
Tidak hanya pemaparan materi, mahasiswa KKN juga mengajak para siswa mengikuti games edukasi pemilahan sampah. Dalam permainan ini, siswa diminta memilih dan memasukkan berbagai contoh sampah seperti daun kering, kulit buah, botol plastik, kertas, dan kaleng ke dalam bak sampah organik atau anorganik yang telah disediakan. Suasana menjadi semakin seru karena siswa saling berlomba untuk memasukkan sampah ke tempat yang benar.
Setelah games selesai, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab untuk menguji kembali pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan. Banyak siswa yang antusias menjawab dan mengajukan pertanyaan, menunjukkan bahwa mereka telah memahami perbedaan sampah organik dan anorganik dengan baik.
Kegiatan ini ditutup dengan pemberian hadiah kecil bagi siswa yang aktif, serta foto bersama seluruh peserta. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN PMD Unram berharap dapat menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, sehingga budaya memilah sampah dapat menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan di Desa Pengadangan Barat.(red)





