LOMBOK – Jelang perhelatan MotoGP 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Direktur Operasional ITDC Troy Reza Waroka menyinggung soal harga akomodasi hotel. Dia berharap agar tidak dipatok terlalu tinggi.
Terkait hal ini, Troy akan berkoordinasi dengan Gubernur dan Pemprov NTB serta Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) untuk mensukseskan gelaran internasional tersebut. Belajar dari pengalaman sebelumnya, harga akomodasi yang melambung tinggi jelang MotoGP bisa diantisipasi.
“Karena kita sudah berapa kali mengadakan MotoGP dan kali ini harus lebih baik, soal bagaimana harga batas atas dan batas bawah dan segala macam kami berkoordinasi dengan Pemprov. Intinya kan bagaimana mensukseskan event ini, belajar dari pengalaman juga jangan terlalu tinggi,” tegasnya kepada media, Sabtu 13 September 2025.
Ia yakin, gubernur dan Pemprov NTB telah memberikan atensi melalui Dinas Pariwisata. Dengan demikian ketika bicara soal harga harus hati-hati karena berhubungan dengan angka okupansi hotel.
Dengan sisa waktu yang ada sebelum mulainya event tersebut, ia masih melihat opsi agenda kedepan untuk bertemu dengan pihak pentahelix di bidang pariwisata untuk membahas soal harga akomodasi.
“Karena eventnya sudah ada Injourney sudah mendatangkan untuk dibawa ke Mandalika, ke NTB, tinggal bagaimana yang lain mendukung ini supaya semua terangkul dengan baik. Jadi orang akan stay lebih lama dari hanya menonton MotoGP,” katanya.
Sementara itu soal pesanan hotel di Mandalika, saat ini sudah mulai sulit dan diharapkannya banyak pengunjung yang mencoba mencari di wilayah Kota Mataram termasuk sekitarnya. Sama sepeti pada tahun lalu saat MotoGP digelar.
“Sama dengan kondisi selama Pocari Sweat Run Lombok digelar di Mandalika,” singgungnya.
Selain itu mencari tiket pesawat juga dikatakan Troy susah, karena banyak penerbangan dari Jakarta ke Lombok harus tranit dahulu di Surabaya. Sehingga pihaknya di ITDC diminta oleh Injourney harus membuat segala macam aktivitas dan harus disambut baik juga oleh perusahaan penyedia jasa transportasi dan akomodasi.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Injourney, Maya Watono mengatakan bahwa jumlah maskapai dengan rute Jakarta ke Lombok ditambahkan.
Sambungnya, di sirkuit selama 250 hari dalam setahun selalu terisi oleh event baik di tingkat nasional ataupun internasional. Hal itu sebagai salah satu langkah ITDC mengaktivasi sirkuit agar ada pergerakan ekonomi di Lombok dan NTB.
Sementara itu selama event-event digelar di Mandalika, pihaknya mengaku mendahulukan masyarakat sekitar untuk terlibat merasakan dampak ekonomi yang ada dengan mengajak mereka sebagai volunteer dan lainnya.
“Mohon untuk disuarakan ya, effortnya memang tak semudah membalikan sebelah tangan untuk mendongkrak bidang pariwisata tapi ini juga sebuah katalis untuk memperbaiki pariwisata,” kata Maya.(nis)





