LOMBOK – Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, Bayu Aji mengatakan pihaknya telah membicarakan soal harga kamar hotel dengan organisasi penyedia jasa pariwisata jelang MotoGP Oktober 2025.
Bayu Aji berharap harga yang ditetapkan tidak terlalu tinggi, kendati secara hukum ekonomi setiap ada banyak permintaan maka ketersediaan jasa semakin sedikit dan mengalami kenaikan harga.
“Ya ini memang event tahunan perlu ada afirmasi kepada pelaku industri pariwisata, tetapi kami harapkan tidak terlalu melonjak harganya, sehingga wisatawan yang berkunjung ke NTB istilahnya tidak kapok lagi,” tegasnya kepada media di Poltekpar Lombok Selasa, 16 September 2025.
Pihaknya melalui Deputi Promosi dan Event Kementerian Pariwisata RI selalu berkomunikasi dengan asosiasi penyedia industri jasa penginapan, hotel dan akomodasi pariwisata lainnya soal harga.
“Kita berharap teman seperti PHRI, terus industri pariwisata, makanan dan sebagainya itu bisa benar-benar menjaga agar harganya tidak melonjak tinggi, kami berharap dari asosiasi dan pemerintah daerah bisa menjaga itu semua,” katanya.
Selain itu soal harga tiket pesawat ke Lombok yang cukup mahal, Bayu Aji meminta kepada Injourney untuk berkoordinasi dengan maskapai penerbangan plat merah lainnya seperti, Garuda, Pelita dan lainnya menambah kapasitas penumpang dengan tujuan penerbangan ke Lombok.
Terpisah, Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Waroka mengatakan soal harga kamar hotel dirinya berharap Pemda dan asosiasi pelaku industri pariwisata tak mematok harga terlampau tinggi. Sehingga sulit terjangkau oleh masyarakat.
“Karena kita sudah berapa kali mengadakan MotoGP dan kali ini harus lebih baik,” harapnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Injourney Maya Watono berjanji akan menambah penerbangan dengan rute Jakarta ke Lombok jelang event MotoGP digelar.
“Maskapai akan kita tambahkan,” katanya singkat.(nis)





