LOMBOK – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir mengklaim penonton MotoGP 140 ribu orang. Sementara itu klaimnya perputaran ekonomi selama event digelar sebesar Rp 4,8 trilliun.
“Luar biasa pecah telur 140 ribu, ini hal yang prestasi. Saya lihat pemerintah, ada Pertamina, Menteri Pariwisata dan pemerintah daerah bekerjasama agar MotoGP ini sebagai bagian penting dari promosi Indonesia,” katanya pada media saat di area paddock Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Minggu 5 Oktober 2025.
Kata Erick, terkait evaluasi selalu ditingkatkan. Tapi dirinya berharap kedepan investasi di Mandalika akan semakin menggeliat seperti halnya di Nusa Dua, apalagi dalam kesempatan tersebut turut hadir Wamen Investasi.
Sementara, Direktur Injourney, Maya Watono mengatakan pada ajang MotoGP kali ini pihaknya mengklaim jumlah penonton naik 15 persen dari tahun lalu dan selalu meningkat tiap tahun.
Kata Maya, tak hanya terlihat dari jumlah pengunjung tetapi juga okupansi hotel, UMKM dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Sirkuit sebanyak 2.073 orang yang berasal dari sekitar Pulau Lombok dan NTB.
Sedangkan dampak lainnya, di Bandara Intenasional Lombok ada 44 penambahan penerbangan dari dan menuju Lombok dan telah ludes terjual dalam tiga jam.
“Kita lihat hotel juga penuh di last minute, kita lihat bahkan ada di rumah- rumah warga,” katanya.
Kaitannya dengan investasi semakin banyaknya akses akomodasi di Kawasan Mandalika, hal ini memudahkan investasi untuk masuk, lanjutnya soal sejumlah peningkatan tersebut akan terlihat jika dapat dilaksanakan berkelanjutan.
“Ini memang sebagai katalis pertumbuhan ekonomi, ini tidak bisa dilakukan setahun atau dua tahun butuh suistanable time ya dan tiga sampai lima tahun kedepan kita harus konsisten seperti event MotoGP dan internasional yang lain,” ucapnya.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan perputaran ekonomi Rp 4,8 trilliun tersebut dari okupansi hotel – hotel sekitaran Mandalika bahkan sampai di ring dua di Mataram dan ring tiga di Senggigi.
Selain itu juga ucap Iqbal, UMKM yang dilibatkan sebelumnya hanya 60 UMKM, saat ini bisa 120 UMKM.
“Jadi ekonomi yang teratas sampai yang paling bawah terdampak oleh MotoGP. Ini momentumnya bagus,” pungkasnya. (nis)





