106 Desa Miskin Ekstrem, Pemprov NTB Gandeng Sampoerna Dukung Program Desa Berdaya

oleh -1428 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Sekretaris Daerah Pemprov NTB, Lalu Muhammad Faozal saat melihat produk UMKM dari Desa Ungga dan Desa Lendang Ara.

LOMBOK – Penjabat Sekda Provinsi NTB, Lalu Muhammad Faozal mengungkapkan ada 106 desa mengalami miskin ekstrem akan dibantu melalui program desa berdaya.
Hal ini disampaikan Faozal mewakili Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal dalam acara Sinergi NTB Makmur Mendunia di Hotel Swissbel Court Lombok di Desa Penujak, Lombok Tengah, Senin 6 Oktober 2025.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan NTB ini menyampaikan, pihaknya menggandeng PT HM Sampoerna dan NGO serta stakeholder lainnya untuk melaksanakan program tersebut.
“Ada 106 desa di NTB yang diidentifimasi punya kemiskinan ekstrem terdalam, dari 106 sejumlah desa itu Sampoerna tanpa diskusi panjang sudah mulai bekerja. Salah satunya menghadirkan UMKM dari dua desa yakni di Desa Ungga dan Lendang Ara,” bebernya.

Kata Faozal, sejak lama Desa Ungga terkenal dengan kerajinan peraknya. Tapi ternyata jumlah masyarakat miskin ekstrem di desa tersebut cukup banyak.

Baca Juga  Kadis Pertanian Loteng Dilema, Prioritaskan Tembakau Atau Swasembada Pangan

Sementara itu Desa Lendang Ara sebelumnya merupakan desa yang berhasil diberikan pendampingan dari Sampoerna.
“Kolaborasi pemerintah dengan Sampoerna TBK, apa yang dikerjakan pertama memastikan pengembangan SDM terutama yang berkaitan dengan ekonomi desa, kedua pengembangan produk produk ekonomi,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Urusan Hubungan Regional dan Keberlanjutan Sampoerna, Arief Triastika mengatakan Sampoerna percaya bahwa desa dan UMKM yang tumbuh kuat akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Arief menuturkan, pengembangan UMKM menjadi perhatian Sampoerna, karena sebagai sebuah perusahaan Sampoerna juga berawal dari sebuah UMKM toko kelontong di Surabaya dan memiliki sejarah panjang selama 112 tahun di Indonesia.

“Kami yakin dan berharap, program-program pendampingan UMKM yang Sampoerna jalankan akan melahirkan Sampoerna-Sampoerna lain di Indonesia. Harapan tersebut ditujukan kepada para pengusaha UMKM di NTB,” harapnya.

Baca Juga  Pemuda Kelurahan Prapen Warning Pemkab Loteng

Dalam kolaborasi strategis dengan Pemprov NTB, Sampoerna menghadirkan ekosistem pemberdayaan UMKM melalui tiga pilar. Pertama, Sampoerna Retail Community (SRC) merupakan program pendampingan dan digitalisasi toko kelontong guna meningkatkan daya saing. Saat ini, SRC telah mendampingi lebih dari 250.000 mitra di seluruh Indonesia.

Khusus untuk NTB, SRC telah memiliki lebih dari 2.800 mitra yang telah terdigitalisasi melalui AYO by SRC serta mendukung pemasaran produk UMKM lokal melalui Pojok Lokal.

Kedua, Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang memberikan pelatihan terintegrasi dengan sasaran mencetak wirausaha baru dan membantu pelaku UMKM naik kelas. Saat ini, SETC telah mendampingi lebih dari 97.000 peserta pelatihan kewirausahaan dari seluruh Indonesia.

Ketiga, Program Desa Berdaya yang diinisiasi Pemprov NTB untuk pemberdayaan desa berbasis potensi komunitas untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan wisata, budaya, serta edukasi untuk peningkatan kualitas produk lokal.

Baca Juga  Butuh Air, Petani dari Dua Desa Turun Demo

Pilar terakhir ini beririsan dengan Pembinaan Desa yang telah digagas Sampoerna sejak 2019 dan melalui program telah mendampingi 20 desa wisata binaan yang mayoritas berlokasi di Jawa Timur.
Arief menambahkan, bagi pengusaha UMKM dalam mengembangkan usaha selalu ada tantangan. Untuk itu, dia berharap inisiatif kolaboratif Sampoerna bersama Pemprov NTB ini dapat membantu desa dan pengusaha UMKM di dalamnya untuk semakin berdaya dan bahkan hingga mampu menembus pasar ekspor.

“Sampoerna memiliki pengalaman dalam mendampingi UMKM hingga bisa merambah pasar ekspor. Kami mengapresiasi atensi yang diberikan oleh Pemerintah NTB dalam meningkatkan potensi yang ada di desa beserta pengusaha UMKM di dalamnya. Kami berharap inisiatif Sinergi Desa Berdaya yang diinisiasi bersama Pemerintah Provinsi NTB ini dapat membantu mewujudkan potensi dan meningkatkan daya saing tersebut,” tegasnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.