Kadis Pertanian Loteng Dilema, Prioritaskan Tembakau Atau Swasembada Pangan

oleh -979 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Tiga orang petani tengah menyemprot tanaman tembakau.

 

 

LOMBOK — Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Muhammad Kamrin mengaku dilema di tengah dua kondisi dihadapai sekarang. Pertama soal tanaman tembaku petani dan kedua terkait program nasional swasembada pangan.

Kata Kamrin, masyarakat khususnya petani tembaku sekarang mengharapkan agar hasil tanamnya baik, begitu juga dengan hasil. Kendati kondisi iklim La Nina memungkinkan penanaman padi atau jagung, namun keterbatasan irigasi dan kebiasaan tanam tembakau membuat peralihan tidak mudah.

“Memang  dilema masalah tembakau ini karena sudah menjadi harapan masyarakat, padahal kita sudah sampaikan tahun 2025 agak panjang ujannya sehingga sebenarnya masih memungkinkan untuk menanam komoditi lain seperti padi atau jagung,” ungkapnya kepada media, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga  Tiket WSBK Baru Terjual 20 Ribu, Pelajar dan ASN Akan Diarahkan Nonton

 

Katanya, akan tetapi tidak bisa secara sendiri-sendiri menyelesaikan persoalan ini. Apalagi jika ada petani menanam tembakau ada juga tanam padi maka akan menimbulkan kontra produktif. Sebab, padi membutuhkan air sedangkan tembakau sebaliknya.

 

“Ini kan petani kita habis panen lansung tanam tembakau karena kejar waktu dan harga yang masih bagus dari pengalamannya tahun sebelumnya, tetapi terjadi hujan dan itu juga sedikit beresiko,” bebernya.

 

Dikatakan Kamrin, untuk penanaman tembakau banyak petani yang sudah memulai di wilayah Pujut dan Praya Timur. Sebab, dua wilayah ini kondisi tanahnya tanah liat.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem, 17 Rumah Warga Rusak di Lotim

“Untuk luas lahan pertanian yang ditanami tembakau tahun 2024 seluas 14 ribu hektare, mudahan tahun ini di bawah itu karena sangat berdampak terhadap komoditas lain,” katanya.

“Sebenarnya untuk sosialisasi pola tanam tembakau tidak termasuk akan tetapi kita juga harus memikirkan juga karena ini untuk masyarakat,” sambungnya.

 

Sementara program strategis Kementerian Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan hanya tiga komoditi. Ada padi, jagung dan kedelai. Sedangkan dalam konsep swasembada pangan padi yang harus kita tingkatkan akan tetapi kembali ke potensi sumber daya alam karena ada 20 ribu haktare lahan di Lombok Tengah yang tidak bisa dipaksakan menanam dua kali. Hal ini disebabkan kondisi lahannya yang tidak terjangkau oleh irigasi.

Baca Juga  Direktur Lombok TV Yogi Hadi Ismanto Terpilih Sebagai Anggota Dewan Pers

 

Sehingga harapan ke depan, swasembada pangan ini terus menjadi target nasional. Maka dengan itu perlu diperbaiki sistem irigasi.

“Makanya ada istilah untuk bisa menghidupi tembakau itu bisa pakai es batu,” sentil Kamrin.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.