Tiga Proyek RTH di Lombok Tengah Habiskan Anggaran 490 Juta

oleh -1128 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan pejabat lain saat melepas balon ke udara sebagai tanda diresmikan tiga RTH, Rabu 8 Oktober 2025.

 

 

 

 

LOMBOK  — Proyek pembangunan tiga ruang terbuka hijau (RTH) di Lombok Tengah menghabiskan anggaran Rp 490 juta. Pembangunan ini disebut-sebut sebagai simbol kebangkitan ruang publik yang dulu pernah menjadi kebanggaan masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah, Muhammad Supriaddin menyampaikan jika penataan dimulai dari hal-hal kecil. Katanya ini sebagai langkah awal membangkitkan kembali taman-taman yang memiliki nilai historis.

“Alasan kami memulai dari hal-hal kecil karena ingin mencari taman-taman yang dulu terkenal dan menghidupkannya kembali,” katanya kepada media usai peresmian RTPRA Biao, Rabu 8 Oktober 2025

 

Dijelaskan Kadis Perkim, tiga taman yang kini dibenahi antara lain. Taman Bawaq Mundaq, Biao, dan Taman Tiga Dara.

Baca Juga  Gara-gara Sendal Hilang, Jalan Keluar Masuk Ditembok Beton

 

“Alhamdulillah, sebagai pemantik nama-nama itu kami angkat kembali. Insyaallah ke depannya kami juga akan mengembangkan taman di Batujai agar masyarakat tahu di mana Kota Praya. Membangun dan membranding kota itu harus dimulai dari taman, dengan memberikan nama-nama legendaris sebagai daya tarik,” terangnya.

 

Rincian alokasi anggaran dari total Rp 490 juta. RTPRA Biao yang memiliki luas sekitar 30 are dengan anggaran Rp 300 juta, Bawaq Mundaq luas lahan sekitar 9 are dengan Rp 100 jutaan, dan Tiga Dara sekitar 100 juta.

 

“Totalnya sekitar Rp 500 juta, tapi dalam kontrak nilainya Rp 490 juta untuk tiga taman ini,” beber Supriaddin.

Baca Juga  Belasan Anak Diduga jadi Korban Sodomi Waria di Lombok Tengah

 

Sopo alias Supriaddin menegaskan, sumber dana pembangunan ini berasal dari APBD murni 2025. Bukan dari sumbangan BUMN maupun BUMD.

 

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri usai peresmian menyampaikan jika ada tiga RTH dibangun. Pembangunan ketiga RTH tersebut menghabiskan biaya sebesar lebih dari 400 juta rupiah.

Pathul berharap pembangunan ini menjadi batu pijakan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak di masa depan, bukan saja untuk orang tua, tetapi juga agar anak-anak dapat mengenal dan bermain.

“Nanti diperbaiki pelan-pelan,” katanya.

Konsep dari taman ini adalah sebagai wahana yang ramah bagi anak-anak. Nantinya juga akan ada kegiatan car free day di sini agar keramaian dapat menyebar ke wilayah lainnya.

Baca Juga  Pathul-Nursiah Rombak Posisi 192 Pejabat di Loteng

 

Terkait pengelolaan dan perawatan, nantinya akan menjadi perhatian pemerintah. Begitu juga maintenance butuh biaya serta untuk sampahnya nanti akan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup. Sebab ini juga perlu dipikirkan dengan matang. Selain itu, keberadaan lapak-lapak pedagang juga menjadi perhatian agar dapat tertata dengan baik.

“Untuk lokasi RTPRA ini, kita tidak mengatakan berada di Kelurahan Jontlak atau Kelurahan Semayan, tetapi ini di Biao,” tegas Pathul.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.